3 Mahasiswa FISIP UNAIR Jadi Duta Anti Narkoba Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
-
DARI kiri, Fadhilah Intan (ilmu komunikasi) Juara III atau Wakil II; Indira Alaika (ilmu informasi dan perpustakaan) sebagai Juara II atau wakil I; dan Lucky Christian (ilmu komunikasi) juara III, mahasiswa Universitas Airlangga yang terpilih menjadi Duta Anti NARKOBA Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pemilihan Duta Anti Narkoba Jawa Timur yang diselenggarakan Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) Jawa Timur telah menobatkan tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univeristas Airlangga (UNAIR) sebagai Juaranya. Mereka adalah Indira Alaika (ilmu informasi dan perpustakaan) sebagai Juara II putri atau wakil I; Lucky Christian (ilmu komunikasi) juara III putra; dan Fadhilah Intan (ilmu komunikasi) Juara III putri atau Wakil II.

Fadhilah mengungkapkan, ada banyak cerita yang mengiringi kisah keikutsertaannya dalam ajang pemilihan itu. Mislanya, dia baru mendaftar tiga jam sebelum penutupan. Meski demikian, hasil yang diraih Fadhilah cukup membanggakan.

Mengikuti ajang pemilihan Duta Anti Narkoba Jawa Timur memang bukan perkara yang mudah. Terlebih bagi mahasiswa angkatan 2016 yang tidak memiliki basic sama sekali mengenai narkoba.

Namun, hal tersebut tidak membuat Dhila –sapaan akrabnya– menyerah. Selama karantina, finalis Top 9 Rising Star Indonesia ke-2 itu memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari berbagai hal mengenai narkoba.

“Selama menjadi peserta, saya belajar banyak mengenai narkoba. Mulai apa itu narkoba, jenis-jenisnya, persebarannya, dan kasusnya. Juga, melihat narkoba dari segi kesehatan serta segi hukum,” tuturnya.

”Selain itu, pesertanya tidak semua mahasiswa. Ada yang sudah jadi dokter. Dan, ada juga yang sudah kerja. Pesertanya memang banyak karena lingkupnya Jawa Timur,” imbuhnya.

Saat mengikuti karantina singkat selama dua hari, para peserta mendapat materi dari Badan Nakotika Nasional (BNN), Kepolisian, dan Beauty Class.  Setelah menjadi Wakil I maupun II, para Duta memiliki kewajiban untuk melakukan sosialisasi terkait narkoba dan semacamnya.

“Jangan coba-coba menggunakan narkoba. Sebab, baik para pencandu maupun korban bermula dari coba-coba, ikut teman-temannya, atau mereka tidak punya pendirian. Masih banyak sekali aktivitas positif yang bisa dilakukan selain mengonsumsi narkoba,” ujarnya.

”Terlebih, sudah semakin nyata bila narkoba itu memiliki dampak negatif lebih banyak daripada dampak positif. Bahkan, menurut saya, tidak ada positifnya sama sekali,” imbuh Dhila. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu