Macam-macam sepatu bekas merk Adidas yang didisplay di toko @badkidstore milik Kahfi. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook35Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peluang sepatu bekas merk kenamaan mampu ditangkap Kahfi menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Terbukti, dari bisnis sepatu bekas, mahasiswa prodi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) itu mampu meraup untung hingga 15 juta perbulan.

Sepatu bekas yang menjadi bisnis Kahfi adalah merk internasional Adidas. Usaha yang diberi nama @badkidstore itu berawal dari cita-cita Kahfi yang ingin jadi pengusaha serta munculnya peluang yang ada. “Awalnya dari membaca peluang yang belum ada di Surabaya. Aku bawa sepatu bekas ini karena di Surabaya jarang banget yang jualan sepatu bekas,” aku Kahfi.

Sepatu-sepatu yang dibawa, lanjut Kahfi, adalah yang sudah tidak ada lagi di Indonesia. Sekalinya orang Indonesia mau beli, harus memesan dari luar negeri. Namun, berkat usaha yang ia geluti, Kahfi mampu menyediakan toko sepatu itu. Satu pasang sepatu, dibanderol dengan harga 550-850 ribu rupiah.

Saat ini, Kahfi sudah memiliki toko tetap di Surabaya. Yakni terletak di Jl Gayungan 8, perumahan Gayungan Residence, No. A1, Kota Surabaya. Selain Surabaya, Kahfi juuga menyediakan barang untuk customer dari Malang.

Menjalani bisnis sepatu bekas merek Adidas sudah dijalani Kahfi sejak tahun 2015. Ia mengaku, lebih tertarik menciptakan lapangan pekerjaan dari pada mencari pekerjaan. Akunya, banyak pengalaman menyenangkan yang didapat selama berbisnis. Bahkan, dia merasa bahwa dia sedang mekakukan hobi yang dibayar.

“Aku kan suka ya dengan brand Adidas ini. Jadi dulu sempet ngumpulin seri sepatunya satu satu. Ternyata sekarang bisa menghasilkan uang,” katanya. “Senengnya bisa ke luar negeri juga untuk memilih langsung barang di sana. Kan enak kerja sambil liburan dan refreshing. Bahagia pokoknya,” tambahnya.

Setiap bulan @badkidstore mampu mendatangkan 300 hingga 500 buah sepatu. Tidak hanya menjual satuan, @badkidstore juga melayani borongan. Tujuannya, membuka peluang bagi orang-orang yang ingin menjual kembali atau memulai usaha yang sama.

Kahfi, mahasiswa Antropologi FISIP UNAIR pemilik bisnis sepatu @badkidstore. (Dok. Pribadi)

Ditanya mengenai cita-cita jangka panjang, Kahfi mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi distributor untuk @badkidstore. Ia juga berkeinginan dapat membuka toko di 3 kota besar seperti Bali, Jakarta, dan Jogjakarta.

“Kepinginnya sih saya jadi distributor aja. Jadi di setiap daerah di Indonesia yang jual sepatu bekas dengan merek Adidas, itu saya yang supply barangnya,” ungkap mahasiswa angkatan 2014 itu.

Meski demikian, ia ingin tetap membuka toko agar tersedia barang jika ada yang ingin beli dengan jumlah satuan. (*)

Penulis : Pradita Desyanti

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook35Tweet about this on Twitter0Email this to someone