Memaknai Pendidikan pada Momentum Hardiknas 2018

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dipimpin Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., Universitas Airlangga menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 di depan Rektorat Kampus C pada Rabu (2/5). (Foto: Feri Fenoria)

UNAIR NEWS – Tanggal 2 Mei 2018 kembali diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Selain sebagai perenungan perjuangan para pahlawan bidang pendidikan, memontum tersebut sekaligus menjadi media penguatan komitmen pendidikan oleh seluruh komponen pendidikan di Indonesia. Termasuk perguruan tinggi seperti halnya Universitas Airlangga (UNAIR).

Dalam Peringatan Hardiknas 2018, Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., selaku pembina upacara mengungkapkan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar sekolah. Juga, bukan hanya sekadar proses belajar-mengajar di dalam kelas. Lebih dari itu, hakikat pendidikan adalah proses untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas kehidupan di semua lini dan tempat.

”Terdapat banyak media bagi kita semua untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri. Belajar bukan hanya dari buku. Lingkungan dan segala hal tentangnya merupakan bahan untuk belajar. Untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Termasuk dari alat atau media-media komunikasi seperti saat ini,” sebutnya.

Sebab, ungkap Prof. Nasih, pendidikan sering disalahartikan dalam pemaknaan yang sempit. Yakni, mengacu pada aktivitas dan indikator-indikator yang sempit.

Sementara itu, bagi UNAIR, momentum peringatan tersebut dimaknai sebagai penguatan komitmen pendidikan yang termaktub dalam visi universitas. Prof. Nasih mengatakan, terdapat tiga program prioritas peningkatan pendidikan UNAIR yang terus didorong. Khususnya dalam tanggung jawab memajukan bangsa melalui pendidikan tinggi. Salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan ini terwujud dalam target pada tahun 2020 UNAIR.

”Kita ingin pada 2020, UNAIR masuk dalam 500 daftar jajaran universitas top di dunia,” ujarnya di depan gedung Rektorat UNAIR, Kampus C, Surabaya.

Menurut Prof. Nasih, target pada 2020 itu ditujukan untuk mencapai UNAIR yang mandiri. Yakni, menciptakan kemandirian dalam segala hal, terutama dalam bidang akademik. Juga, inovatif. Dan, menjadi pelopor ilmu pengetahuan.

Hal itu, lanjut Prof. Nasih, sesuai dengan visi yang diusung UNAIR. Yakni, menjadi universitas yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora berdasarkan moral agama.

”Dan tentu kita semua, khususnya mahasiswa, diharapkan tidak hanya menjadi follower. Tapi, mesti menjadi pelopor dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora,” tegasnya.

”Selamat Hari Pendidikan Nasional. Membumikan pendidikan tinggi, meninggikan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” imbuh Prof. Nasih pada akhir sambutannya.

Sementara itu, diketahui, dalam upacara peringatan tersebut, juga digelar pemberian penghargaan kepada penerima Satyalencana Karya Satya. Prof. Nasih juga menggelar kuis berhadiah kepada seluruh peserta upacara, khususnya mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa diminta menjelaskan komitmen dan tiga program prioritas universitas. Termasuk menjabarkan visi UNAIR dalam upaya penegasan komitmen peningkatan pendidikan bagi civitas akademika. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu