Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – ‘’Saya memang bukan siapa-siapa, namun saya peka terhadap permasalahan yang ada’’ itulah tutur Ketua BEM FKM UNAIR yang memiliki nama lengkap Ahmad Luqmanul Hakim. Pada Liputan Khusus “Ketua BEM Kita” kali ini, UNAIR NEWS akan mengulas kiprah mahasiswa yang lahir di Bengkulu, 9 Juni 1997 dalam memimpin BEM FKM UNAIR periode 2018-2019.

Abin begitu sapaan akrabnya, sudah menekuni dunia organisasi sejak berada di bangku SMA. Tercatat, Abin pernah menjabat sebagai Divisi Keamanan Pramuka Ambalan sewaktu SMA di Amanatul Ummah.

Pengalaman organisasi secara lengkap didapatkan Abin di bangku kuliah dari mulai Staff Kaderisasi BEM FKM UNAIR 2016, Staff Divisi Syiar BEM FKM UNAIR 2016, Kadiv kaderisasi BEM FKM UNAIR 2017, dan Ketua BEM FKM UNAIR periode 2018-2019. Selain itu, ia juga sosok yang menjunjung tinggi nilai islam. Ini tampak pada riwayat pendidikan yang ditempuh. Abin menamatkan pendidikan dari SMP hingga SMA di Amanatul Ummah yang merupakan sekolah modern berbasis Islam.

Abin juga mengungkapkan bahwa seorang pemimpin harus pandai mengayomi bawahannya minimal kepada wakilnya dan tahu ranah kerja serta rencana strategi apa yang ingin dicapai. Dalam ranah BEM sendiri, baginya, seorang pemimpin dituntut mengenal semua anggota departemen juga tupoksi dari masing-masing departemen.

“Membangun relasi dengan dekanat dan kemahasiswaan menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi,” tandasnya.

Selanjutnya, semangat yang menyala demi tujuan yaitu terciptanya mahasiswa FKM yang proaktif , tanggung jawab, dan memiliki aksi nyata positif menjadi hal utama yang ia lakukan. Hal itu, tambahnya, merupakan prinsip yang Abin pegang saat menjabat sebagai ketua sebuah organisasi.

“Pengalaman menjadi ketua BEM cukup menarik dan menantang karena memang hal baru bagi saya,  juga terjalin relasi baru dengan kesamaan organisasi,’’ lanjut Abin.

Meski demikian, kinerja mahasiswa 20 tahun itu patut diacungi jempol. Ia memfokuskan kabinetnya kepada 3 departemen sebagai ujung tombak yakni Departemen Rispres, Kastrat, dan Pengmas. Gabungan 3 departemen itu, terangnya, menjadi paket komplit untuk terciptanya mahasiswa FKM yang tidak hanya academic oriented namun juga peka teradap permasalahan sosial.

“Untuk menumbuhkan jiwa sosial memang perlu dipupuk. Departemen Pengmas mewadahi mahasiswa melalui  kegiatan-kegiatan berbau sosial. Ada pelatiahan paper juga pengkajian tentang suatu masalah dari Departemen Rispres dan Kastrat. Namun demikian departemen lain tetap diperhatikan supaya goal tercapai,” tandas Abin.

 

Penulis: Tunjung Senja

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone