SUASANA diskusi peserta diklat pra-tugas dosen tetap UNAIR di kampung Peneleh, Surabaya. (Foto: Namira)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dosen Universitas Airlangga mengadakan kunjungan ke kampung Peneleh, Surabaya, Jumat (20/4) lalu. Dosen yang mengikuti kegiatan ini adalah salah satu kelompok peserta diklat pra-tugas dosen tetap UNAIR. Kegiatan ini merupakan bagian dari diklat luar kelas sebagai tindak lanjut diklat dalam kelas yang telah diadakan 3-12 April 2018 lalu.

Pada kegiatan bertajuk Pengembangan Kampung Heritage Peneleh Surabaya itu, para dosen menggali potensi wilayah berdasarkan kompetensi ilmu masing-masing. Adapun dosen yang bergabung dalam kelompok ini adalah dosen dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Vokasi (FV), Fakultas Psikologi (Fpsi), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Hukum (FH).

Para dosen memulai kegiatan Jumat (20/4) lalu dari Kantor Kelurahan Peneleh. Selanjutnya, para dosen melawat ke beberapa titik yang dinilai menarik, yaitu rumah HOS Tjokroaminoto, Masjid Jamik, dan Makam Belanda. Berikutnya, mereka melakukan pertemuan dengan kelompok ibu yang memproduksi jajanan khas Peneleh untuk berdiskusi seputar pengembangan produk yang mereka jual. Usai itu, para dosen juga meninjau Puskesmas dan taman baca Peneleh untuk mempelajari situasi di kampung tersebut.

Serangkaian agenda tersebut merupakan langkah awal untuk menggali dan memoles kawasan yang dianggap berpotensi menjadi wisata kampung asli Surabaya.

PARA peserta diklat pra-tugas dosen tetap UNAIR di kampung Peneleh, Surabaya. (Foto: Namira)

Pengadaan kegiatan ini merupakan salah satu program dari aksi inovasi dosen tetap Universitas Airlangga. Diadakannya program aksi inovasi diharapkan mampu mendorong para dosen yang telah menjalani diklat pra-tugas dosen tetap UNAIR agar dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai.

Dr. Hary Wahyudi, S.H., M.Si., pendamping dari Badan Diklat Jawa Timur mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban diklat pra-tugas. Di samping, untuk menumbuhkan nasionalisme para dosen melalui pengenalan Kampung Peneleh.

Setelah kegiatan ini, para dosen diharapkan mampu memublikasikan keberadaan Peneleh. Selanjutnya, mereka juga diharapkan dapat mengajak mahasiswa untuk mengenal, mengembangkan, serta mengapresiasi usaha penduduk sekitar kampung Peneleh yang telah mempertahankan wajah kampung asli Surabaya. (*)

Penulis: Namira

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).