Sertifikat Akreditasi untuk Prodi Matematika Universitas Airlangga dari ASIIN, sebuah lembaga akreditasi kredibel di Jerman. (Foto: BPM UNAIR)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kabar baik datang dari Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Airlangga (UNAIR). Sertifikat akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics) untuk lima program studi (prodi) UNAIR terbit.

Badan akreditasi kredibel bidang teknik atau science dari Jerman itu mengeluarkan sertifikat tersebut pada April 2018. Khususnya kepada prodi Pendidikan Apoteker, Biologi, Kimia, Matematika, dan Fisika UNAIR.

Sertifikat tersebut diterbitkan kepada prodi yang memenuhi persyaratan akademis dan kehidupan profesional di setiap disiplin pada tingkat pendidikan tinggi. Selain itu, penghargaan itu didasarkan pada standar subjek yang berorientasi pada hasil belajar yang diselaraskan dengan Kerangka Kualifikasi Eropa dan “Standar dan Pedoman Eropa”.

Penanggung Jawab Program Akreditasi ASIIN sekaligus Sekretaris BPM UNAIR Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa proses program akreditasi internasional ASIIN tersebut dimulai pada Desember 2016. Yakni, diawali dengan kunjungan ke ASIIN di Jerman.

”Dari situ, terpilih pimpinan fakultas yang menyatakan sanggup mengajukan prodinya untuk akreditasi ASIIN,” ujarnya saat ditemui UNAIR NEWS pada Rabu (25/4). ”Ketika itu, ada dua fakultas. Fakultas Farmasi satu prodi, serta Fakultas Sains dan Teknologi ada empat prodi,” imbuhnya.

Menurut Helmy, dalam ASIIN itu, karena unik jika dibandingkan dengan yang lain, prosesnya bisa disebut sebagai akreditasi subjek spesifik. Artinya, spesifik terhadap bidang tertentu.

”Jadi, biologi, spesifik biologi. Kimia, ya kimia. Fisika, ya fisika. Tidak berkonsep holistik seperti BAN-PT yang semua secara umum,” sebutnya.

”Sehingga, kalau di ASIIN, yang menjadi titik fokus adalah di subtansi pembelajaran, kompetensi lulusannya, dan seterusnya. Jadi, seorang fisikawan berstandar dunia itu seperti apa. Seorang chemist (Ahli kimia, Red) dunia itu bagaimana. Dan yang lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua BPM UNAIR Prof. Dr. Sukardiman MS., Apt., mengungkapkan bahwa ketercapaian akreditasi tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang mudah. Banyak indikator ketat yang mesti dipenuhi. Terutama, lanjut dia, yang paling mononjol adalah terkait dengan Learning outcome prodi.

”Itu memang paling menonjol (Learning outcome, Red). Itu di setiap prodi mesti spesifik. Khususnya didukung dengan kurikulum yang memadai,” katanya. ”Jadi, pada intinya, bagaimana kurikulum mampu membentuk lulusan-lulusan yang sesuai dengan standardisasi ASIIN,” imbuhnya.

Yang juga menjadi penting, terang Prof. Sukardiman, adalah perihal tata kelola prodi serta sarana pra-sarana. Khususnya soal perbandingan jumlah instrumen pendukung pendidikan dengan jumlah mahasiswa.

”Poin yang ditekankan di sini adalah bagaimana efektifitas pendidikan berjalan mesti baik dalam menyiapkan lulusan. Terutama pada prodi yang sangat menuntut pada kompetensi keahlian, skill, atau praktik,” tuturnya.

Prof. Sukardiman melanjutkan, momentum ketercapaian akreditasi tersebut mesti dimanfaatkan dengan baik. Khususnya dalam upaya menciptakan iklim upaya peningkatan kualitas setiap prodi. Di sisi lain, momentum itu menjadi titik balik peningkatan reputasi UNAIR di kancah internasional.

”Ini (Akreditasi internasional, Red) mampu mendorong prodi lain untuk megikuti jejak yang telah tersertifikasi. Ini sesuai dengan proyeksi, terdapat empat prodi yang bakal menyusul,” ujarnya.

”Selain itu, diharapkan iklim ini (peningkatan akreditasi) terus dijaga serta bergerak ke target rekognisi, terutama internasional. Ke depan, target ada akreditasi Abest untuk seluruh fakultas dan prodi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan totalnya delapan. Ada APHEA (Akreditasi internasional FKM) untuk FKM,” tambahnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone