Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Triwulan I Universitas Airlangga (UNAIR) 2018. (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peningkatan jumlah publikasi Scopus serta program internasional menjadi bahasan utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Triwulan I Universitas Airlangga (UNAIR) 2018. Bahasan tersebut menjadi sangat penting. Mengingat, UNAIR menjadi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditarget masuk 500 World Class University (WCU) oleh Kementerian Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2020.

Rapim yang digelar di Aula Amerta, Lantai 4, Gedung Rektorat UNAIR itu diikuti para pimpinan; dekan; wakil dekan; ketua pusat, badan, dan lembaga; ketua departemen; serta ketua program studi di lingkungan UNAIR. Selain evaluasi, rapat itu menjadi media penguatan langkah dan gerakan antar lintas sektor untuk menyasar kriteria target-target yang dicanangkan. Berbagai capaian-capaian lembaga turut disampaikan dalam rapat tersebut.

Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., dalam paparanya mengungkapkan bahwa komunikasi dan sinergitas antar lembaga menjadi kunci. Khususnya dalam proses menuju upaya pemenuhan target yang tersepakati dalam pengembangan UNAIR ke depan.

”Kesatuan langkah ini menjadi hal yang wajib ada dalam proses pengembangan UNAIR,” ujarnya.

Selain itu, menurut Prof. Amin, kini terjadi percepatan kemajuan dunia. Terkait dengan itu, daya respons atau daya tanggap lembaga UNAIR juga mesti ditingkatkan.

Menambahkan pernyataan tersebut Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, CMA., menjelaskan bahwa ke depan UNAIR berfokus dalam upaya pemenuhan kriteria ke arah reputasi WCU. Salah satunya adalah terkait dengan publikasi Scopus.

Prof. Nasih menambahkan, upaya pemenuhan jumlah publikasi memang sangat dibutuhkan. Namun, upaya memenuhi kuantitas itu bukan hal yang menjadi poin utama. Kualitas tetap menjadi hal yang diutamakan.

”Jumlah publikasi Scopus memang didorong untuk terus meningkat. Namun, aspek kualitas tetap menjadi prioritas,” katanya. ”Sebisa mungkin kuantitas turut dibarengi dengan kualitas pula,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam rapim tersebut, tema bahasan terbagi atas empat bidang. Bidang 1 terdiri atas capaian akreditasi dan prestasi. Bidang 2, capaian sumber daya manusia (SDM), Anggaran, dan infrastruktur. Bidang 3, publikasi dan sitasi, artikel dan prosiding Scopus. Dan bidang 4, capaian riset, fakultas, unit kerja, dan webometrics. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone