Peringati Hari Bumi dengan Buat Lubang Resapan Biopori

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Koordinator UKM Kemahasiswaan UNAIR Deni Yasmara, M.Kep, (dua dari kanan) bersama mahasiswa FKp dan organisasi lingkungan di Surabaya saat membuat lubang resapan biopori. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Hari bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April. Hari bumi diperingati secara internasional untuk meningkatkan apresiasi masyarakat duni terhadap bumi dengan cara menjaga lingkungan hidup.

Green Nursing Corps (GEN Corps) yang merupakan salah satu BSO di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp UNAIR) turut merayakan peringatan hari bumi. Konsep perayaan hari bumi dilaksanakan selama 2 hari dengan tempat yang berbeda.

Peringatan hari bumi oleh GEN Corps tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk memeriahkan acara, GEN Corps merangkul organisasi yang bergerak di bidang pecinta alam di Surabaya.

Aksi pertama yang dilakukan oleh GEN Corps adalah pembuatan lubang resapan biopori, Sabtu (21/4). Biopori adalah metode alternatif  untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah dengan cara membuat lubang resapan dengan ukuran diameter 10-30 cm, kedalaman 80-100 cm, dan ditutup dengan sampah organik sebagai penyerap air dan kompos organik. Tujuan kegiatan ini untuk mengatasi adanya genangan air di lingkungan FKp saat musim hujan.

Puncak dari kegiatan ini adalah penanaman pohon di Gunung Penanggungan yang dilakukan pada hari Minggu, (22/4). Kondisi puncak Gunung Penanggungan saat ini sangat memprihatinkan. Puncak Gunung Penanggungan yang dulunya penuh dengan pohon sekarang menjadi gersang sehingga persediaan air di puncak gunung sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada. Kondisi tersebut sangat rentan terjadinya kebakaran pada saat musim kemarau.

Alasan inilah yang membuat GEN Corps melakukan aksi penanaman pohon di puncak Gunung Penanggungan. Untuk memudahkan kegiatan, GEN Corps bekerjasama dengan Catur dari Badan Konservasi Gunung Penanggungan. Dalam kegiatan itu, Catur sekaligus mengajak dan memberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi alam, terutama di area Gunung Penanggungan.

Mekanisme penanaman pohon di puncak Gunung Penanggungan adalah dengan membawa pohon dari pos perijinan hingga ke pos bayangan yang dibimbing langsung oleh Catur. Pohon yang ditanam adalah pohon buah. Tujuannya, agar fauna yang ada di pos bayangan dapat menyebarkan biji buah. Sehingga, biji buah tersebut akan tumbuh dan menyebar di daerah sekitarnya.

Bumi merupakan tempat kita tumbuh, berkembang, dan tempat makhluk hidup tinggal. Bumi bukanlah bagian dari kita, tetapi kita adalah bagian dari bumi. Maka, sayangi dan hargailah bumi untuk hidup yang lebih baik. Bumi merupakan satu-satunya harta yang kita miliki. Mari jaga bumi. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat hari bumi sedunia. Bumi butuh solusi, bukan polusi! (*)

Penulis : Ely Ayu Andira dan Yenny Paramitha

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu