Mahasiswa FK UNAIR Tampil di Ajang APASL 2018 di India

UNAIR NEWSAerocity, New Delhi, India menjadi tempat berlangsungnya acara 27th Annual Conference of the Asian Pacific Association for the Study of the Liver (APASL) 2018, Maret lalu. Dalam kesempatan itu, dua delegasi mahasiswa pendidikan profesi dokter muda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) tampil membawakan dua poster ilmiah. Di sana, mereka melakukan presentasi di hadapan ratusan partisipan dari berbagai negara.

Tahun ini, Institut of Liver and Biliary Sciences India didapuk menjadi tuan rumah acara konferensi tahunan bidang ilmu hepatologi tersebut. Ratusan dokter pakar ilmu hematologi dari berbagai negara berkumpul di sana. Selain dihadiri kalangan praktisi serta dosen, acara tersebut juga terbuka bagi perwakilan delegasi dari mahasiswa kedokteran antar negara.

Selama beberapa hari di India, Kartika Wensdi Renantrian dan Nanda Della Alyda –dua delegasi dari FK UNAIR- merasakan pengalaman yang berkesan. Selain bisa mengenal lebih dekat peradaban masyarakat India, kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh keduanya untuk memperluas wawasan keilmuan kedokteran, khususnya di bidang hepatologi.

Kedatangan Kartika dan Nanda didampingi sejumlah dosen pembimbing dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari divisi Gastroenterohepatologi RSUD Dr.Soetomo-FK UNAIR. Salah satu di antaranya adalah dr. Ummi Maimunah, Sp.PD, K-GEH, FINASIM.

Kartika dan Nanda mempresentasikan dua karya ilmiahnya tentang status serologi Hbe Ag pada pasien infeksi virus hepatitis B kronis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Mereka juga mempresentasikan mengenai hubungan antara elastisitas hati dan perjalanan penyakit hepatitis B kronis.

Selain mempresentasikan hasil penelitian ilmiah dalam bentuk poster, dalam konferensi itu berlangsung pula kuliah pakar. Para peserta berkesempatan memperluas wawasan keilmuan dengan mengikuti kegiatan simposium yang menampilkan banyak tema diskusi terkait perkembangan terkini bidang ilmu hepatologil. Termasuk, guideline- guideline terbaru di bidang hepatologi saat ini.

Di tengah kebahagiaan mengikuti acara, Kartika dan Nanda mengaku sempat minder ketika menyandingkan dua poster ilmiahnya dengan karya poster ilmiah buatan mahasiswa dari negara lain.

“Banyak sekali ilmu dan hal-hal baru yang kami dapatkan setelah melihat berbagai poster ilmiah dari berbagai negara. Ini yang bikin kami  sempat minder karena ada banyak ide serta temuan baru yang mereka teliti,” ungkap Kartika.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara lain, ternyata masih banyak hal yang belum di teliti di Indonesia, terutama bidang hepatologi maupun bidang kedokteran lainnya.

“Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari konferensi ini, dan berkesempatan mempresentasikannya di depan peserta lain. Kami menyadari bahwa tak ada kata berhenti untuk belajar dan tak ada kata berhenti untuk berkarya,” ungkap Nanda. (*)

Naskah : Sefya Hayu Istighfaricha

Editor: Binti Q. Masruroh