Wakil Rektor IV Junaidi Khotib, Ph.D., bersama dengan para mitra sesaat sebelum MoU. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Belum optimalnya jumlah tenaga pialang yang ada menjadi salah satu kendala perkembangan industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia. Melihat hal tersebut, PT. Rifan Financindo Berjangka (RFB), PT. Bursa Berjangka Jakarata atau Jakarta Futures Exchange (JFX), dan PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berinisiatif memprakarsai sebuah wadah kerja sama berbasis edukasi yang berkelanjutan antara Universitas Airlangga dan ketiganya. Wadah tersebut berupa fasilitas dan sarana yang bertajuk Futures Trading Learning Center (FTLC).

Bertempat di Ruang Sidang Pleno, Kampus C UNAIR (20/4), kerja sama yang membahas FTLC itu diresmikan melalui penandatanganan MoU oleh Wakil Rektor IV UNAIR Juanidi Khotib, S.Si., Apt., Ph.D., Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang, PLT Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi, dan Direktur Utama PT. RFB Ovide Dercoli, S.Kom.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama KBI mengatakan bahwa FTLC berperan penting dalam memberikan pembekalan dini secara teori dan praktis perihal industri PBK kepada kalangan sivitas akademika dalam menghadapi perkembangan pasar yang dinamis dimasa depan. Selain itu, tambahnya, kontrak berjangka sebagai salah satu instrumen PBK bisa menjadi pilihan alternatif bagi para investor.

“Dengan memasukkan subjek PBK ke lingkungan kampus melalui FTLC, maka secara paralel akan memajukan dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan kualitas calon SDM bagi industri PBK di masa depan,” papar Fajar.

Sementara itu, Direktur Utama JFX mengatakan bahwa edukasi keilmuan terkait PBK dilakukan tidak sebatas pada civitas akademika UNAIR saja, melainkan juga publik Jawa Timur secara keseluruhan.

“Tentunya, harapan kami, FTLC bisa meningkatkan pengetahuan publik Jatim, khususnya kota Surabaya,” tegasnya.

Menanggapi paparan dari para mitra, Wakil Rektor IV UNAIR menegaskan bahwa literasi PBK itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama untuk meningkatkan minat dan antusiasme mahasiswa akan proposisi nilai dari industri PBK kepada masyarakat secara umu.

“Sehingga, nantinya akan banyak SDM dari kampus UNAIR yang bisa turut serta membesarkan industri ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone