Abdi Desa
CERIA: Senyum anak-anak Desa Gumeng Mojokerto. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook34Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga pada pertengahan bulan April lalu, sukses menyelenggarakan pembukaan salah satu program kerja berkelanjutan bernama ‘Abdi Desa 2018’. Proker itu sebagai wujud implementasi mahasiswa FST melalui BEM FST dalam mengamalkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat.

Selain itu, tujuan Abdi Desa yang dilakukan di Desa Gumeng, Kabupaten Mojokerto, jelas Ahmad Fahmi Ramadlan selaku ketua pelaksana, Abdi Desa FST 2018 lebih mengarah ke pemberdayaan masyarakat dan 3 fokus lainnya, yaitu ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Sementara itu, Fahmi Royani, salah satu panitia acara menjelaskan bahwa kegiatan Abdi Desa tahun ini mengusung tema ‘Sinergis Masyarakat dalam Membangun Potensi Desa sebagai Masyarakat Mandiri’. Kegiatan tersebut, diawali dengan sambutan kepala desa dan ketua pelaksana yang kemudian dilakukan pemotongan tumpeng.

“Setelah makan bersama selepas potong tumpeng, dilakukan penyuluhan budidaya ikan lele oleh M Syafrizal Izaki dari yayasan seribu senyum yang mensosialisasikan kepada warga khususnya karang taruna desa Gumeng,” tutur Fahmi.

Penyuluhan itu, tambahnya, bertujuan agar warga dapat membudidayakan ikan lele dengan baik dan benar, sehingga keuntungan dapat diperoleh warga Desa Gumeng. Fahmi juga menambahkan bahwa  kualitas air yang ada di desa sangat baik karena berasal dari sumber mata air yang cocok untuk budidaya berbagai ikan.

Respons Positif

Hadirnya kegiatan Abdi Desa yang dilakukan oleh BEM FST tersebut disambut baik oleh warga setempat. Salah satunya dari Ibu Kepala Desa. Baginya, acara itu sangat bermanfaat bagi warga Gumeng. Apalagi, tambahnya, dengan adanya budidaya lele yang nantinya dapat menjadi mata pencaharian baru oleh warga.

“Dengan adanya bimbingan dari mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi ini kami menjadi terarah dan kedepan hasilnya dapat kita rasakan,” terangnya.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan acara  nonton bareng dan bakar jagung di depan Balai Desa Gumeng. Kegiatan tersebut meraup antusias warga sehingga interaksi disana dapat menjalin keakraban warga dengan panitia. Kemudian, pada hari kedua dilanjutkan kegiatan senam pagi, kerja bakti, dan ‘kenduran’ atau syukuran warga Desa Dumeng.

Harapannya kegiatan yang telah dan akan terlaksana dengan kerja sama Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Unair, Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) Unair, Kelompok Sudi Strategi Analisis Peka Lingkungan (KSSAPL) Unair, dan Yayasan Seribu Senyum itu dapat memberi solusi dari permasalahan yang ada di Desa Gumeng.

Penulis: Fahmi Royani dan Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook34Tweet about this on Twitter0Email this to someone