-
FAISAL Merdekawan, mahasiswa semester VI Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), penerima beasiswa Aktivis Nusantara. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai mahasiswa tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya beasiswa. Hampir seluruh mahasiswa berharap dirinya memperoleh satu dari sekian banyak beasiswa yang ada.

Sama halnya dengan Faisal Merdekawan, mahasiswa semester VI Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR). Dia patut berbangga lantaran berhasil terpilih menjadi satu di antara beberapa mahasiswa se-nasional yang beruntung. Yakni, mendapatkan beasiswa Aktivis Nusantara dari lembaga non-profit Dompet Dhuafa.

“Awalnya, saya tidak sengaja melihat poster beasiswa Aktivis Nusantara ini di mading. Kemudian, saya tertarik dan akhirnya mencari tahu dari berbagai sumber, termasuk kakak tingkat,” ujarnya

Beasiswa Aktivis Nusantara merupakan program investasi sumber daya manusia yang diberikan kepada para aktivis mahasiswa di berbagai bidang yang bertujuan membentuk negarawan, pemimpin yang berkarakter, kontributif, dan berprestasi. Beasiswa itu diwujudkan dalam tiga bentuk kegiatan.

Yakni, pemberian dukungan aktivitas dalam dan luar negeri serta fasilitas pengembangan diri. Misalnya, pelatihan dan pembinaan. Agar dapat mendaftar sebagai calon penerima beasiswa, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, beragama Islam serta pernah menjadi pembicara dalam skala kampus dan menulis di media massa.

“Proses mendapatkan beasiswa ini cukup panjang. Pertama, submit esai. Kedua, submit CV (Curriculum vitae), motivating letter, surat rekomendasi, dan project sosial. Ketiga, membuat video diri dan kemudian submit esai lagi. Keempat, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Untuk yang terakhir adalah uji public. Beasiswa ini berlaku untuk dua tahun, tetapi untuk pembinaan hanya setahun,” tutur Faisal.

Setelah mendapat beasiswa tersebut, Faisal mesti meningkatkan kapasitas diri di bidang akademik maupun non-akademik serta agama. Di antara ratusan pendaftar, Faisal menjadi satu dari enam mahasiswa yang lolos dari regional Surabaya. Selain UNAIR, mahasiswa yang juga lolos ialah berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Institut teknologi Sepuluh Nopember (ITS). (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone