Delegasi FH raih Best Paper dalam kompetisi KTI tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (11/4) lalu. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah berhasil membawa pulang gelar runner up dalam Parahyangan Legal Competition 2018, kini, tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi. Prestasi itu adalah predikat Best Paper yang didapat melalui kompetisi karya tulis ilmiah (KTI) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (11/4) lalu.

Tiga mahasiswa itu adalah Antonius Gunawan (2015), Hidayatur Rohman (2015), dam Muhammad Dayyan Sunni (2015). Ketiganya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) FH UNAIR. Dalam pengerjaan KTI, mereka berada di bawah bimbingan Bagus Oktavian Abrianto, S.H., M.H.

Setelah berhasil lolos pada babak penyisihan, mereka mempresentasikan KTI bersama sembilan peserta lainnya yang datang dari berbagai universitas. Seperti, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Brawijaya, dan Univesitas Negeri Semarang.

“Awal pendaftaran sekitar Februari. Kemudian dari 40 pendaftar hanya sepuluh terbaik yang dapat melanjutkan ke babak selanjutnya. Proses pengerjaan cukup lancar. Hanya saja terdapat hambatan terkait administrasi dan dana. Tapi syukurlah akhirnya kami bisa berangkat dan mewakili UNAIR,” ujar Rohman.

Kompetisi dengan nama Pekan Raya Hukum tersebut berhasil mengantarkan Rohman dan kawan-kawan menjadi peserta dengan predikat Best Paper. Meski belum menjadi juara, namun para delegasi bangga atas prestasi mereka.

Dalam kompetisi itu, juara I diraih oleh Universitas Negeri Surakarta, juara II Univesitas Negeri Semarang, dan juara III Univesitas Brawijaya.

Dari kompetisi itu, Rohman mengatakan bahwa banyak hal baru yang didapat. Misalnya, dalam hal presentasi. Para delegasi lain lanjut Rohman, sangat kreatif. Mereka menggunakan alat pendukung seperti x-banner, poster, video. Sedangkan ia dan tim, lanjutnya, hanya mengandalkan kertas dan ingatan.

“Keikutsertaan teman teman FH dalam kompetisi karya tulis ini dapat dikatakan sangat jarang. Kebanyakan minatnya ada di debat dan National Moot Court Competition. Semoga dari sini ada yang terinspirasi untuk mengikuti kompetisi karya tulis selanjutnya,” imbuh Rohman. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone