-

UKM Penalaran Teliti Dusun Kedungpandan, Desa Tlocor

UNAIR NEWS Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Universitas Airlangga melaksanakan penelitian di Dusun Kedungpandan, Desa Tlocor, Kabupaten Sidoarjo, minggu lalu (6-8/4). Selama tiga hari, pendidikan berkualitas Sustainable Development Goals (SDG) menjadi fokus tema yang dipilih.

Melly Oktaviany, salah seorang anggota tim, mengungkapkan bahwa selain untuk melakukan penelitian dan mengikuti suatu event lomba, kegiatan itu bertujuan mengetahui lebih dalam soal bagaimana makna pendidikan di desa tersebut. Sebab, kondisi desa itu, lanjut dia, terlihat sangat tertinggal. Khususnya dalam hal pendidikan.

”Karena itu, kami ingin mengetahui penyebabnya agar bisa memberikan sebuah solusi yang tepat,” ucapnya.

Sementara itu, pemilihan tempat untuk penelitian tersebut tidak main-main. Menurut Melly, sebelum dusun tersebut terpilih, tim melakukan survei ke beberapa lokasi, dusun atau desa yang lain. Terutama untuk memperoleh desa binaan yang tepat dan memiliki potensi.

Selanjutnya, setelah pengalian informasi dengan observasi dan ngobrol dengan beberapa narasumber di sana, Melly beserta anggota UKM Penalaran menggelar diskusi. Hingga, terpilihlah Dusun Kedungpandan, Desa Tlocor, sebagai tempat penelitian karena mempunyai fakta yang menarik untuk diketahui sekaligus diulas.

“Mestinya yang muncul bukan fakta tersebut, salah satunya soal pendidikan. Sebab, desa tersebut tergolong masuk, dekat, wilayah kota besar di Jawa Timur, Sidoarjo dan Surabaya,” tutur Melly.

Melly menambahkan, dalam tahap penelitian, banyak hal yang telah dipersiapkan tim. Saat persiapan, digelar banyak diskusi dan penyampaian materi terkait penelitian. Selain itu, selama penelitian itu berlangsung, ungkap Melly, sangat banyak pengalaman yang dirinya dan anggota tim dapat.

“Selain kami mengaplikasikan disiplin ilmu masing-masing dengan mengobservasi keadaan desa, beberapa hari di sana membuat kami sadar. Dalam hidup, kita harus senantiasa bersyukur. Sebab, masih banyak orang lain yang berada di bawah kita,” ungkap Melly.

Setelah penelitian itu, lanjut dia, diharapkan sederet fakta yang ditemukan dapat memunculkan pemikiran baru. Ide-ide tersebut dapat menjadi bahan ajuan. Khususnya solusi konkret yang dapat membantu warga dan pemerintah menyelesaikan permasalahan itu.

“Serta, karya tulis yang dihasilkan mampu menjadi inspirasi bagi orang lain agar tetap memedulikan keadaan desa. Terutama upaya demi mencapai Indonesia yang lebih baik,” sebutnya. (*)

 

Penulis : Hilmi Putra Pradana

Editor: Feri Fenoria