Ilustrasi
Ilustrasi oleh Panitia
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter1Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Airlangga Law Competition (ALC) merupakan serangkaikan kompetisi dan seminar yang diadakan oleh Badan Semi Otonom (BS) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) yang berada dibawah naungan Departemen Hukum tata Negara (HTN) Fakultas Hukum, Universitas Airlangga.

Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Secara keseluruhan, penyelenggaraan ALC II sama dengan ALC I. Hanya saja, untuk tahun ini ada penambahan kompetisi yakni debat hukum antar SMA.

“ALC kali ini hakikatnya adalah suatu rangkaiangan kegiatan guna membangun pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang permasalahan hukum pada bidang penyediaan infrastuktur publik serta kesenjangan pembangunan di Indonesia yang kita hadapi saat ini, serta mengedukasi siswa siswi SMA dan mahasiswa dalam berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang saat ini dihadapi negara kita,” ungkap Desi Arianing selaku Direktur MYMA FH UNAIR.

Rangkaian kegiatan itu, imbuhnya, meliputi kompetisi debat hukum  antar  Sekolah Menengah Atas (SMA) se- Indonesia, kompetisi debat hukum dan karya tulis ilmiah antar Perguruan Tinggi se-Indonesia. Acara yang akan diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal (4-6/4) itu mengusung tema “Aspek Hukum Penyedia Infrastuktur Publik dalam Rangka Mengurangi Kesenjangan Pembangunan atar Wilayah di Indoesia”.

Tidak hanya itu, didalam acara ALC juga terdapat seminar sebagai pembukaan acara. Meski dalam rangkaian ALC. Namun, menurut Desi, khusus untuk seminar, pesertanya akan dibuka untuk umum. Seminar tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan kepada khalayak umum serta dalam usaha mencari jawaban dari permasalahan-permasalahan penyediaan infrastruktur publik dan kesenjangan pembangunan wilayah di Indonesia dalam sistem hukum Indonesia.

Menurut mahasiswa semester enam itu, persiapan mengenai acara ALC sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh panitia. Hingga saat ini persiapan yang ada semakin matang. Panitia juga sudah membuka pendaftaran sejak 15 Februari lalu.

“Harapannya pemikiran serta gagasan-gagasan yang ada nantinya tidak hanya terhenti pada berakhirnya acara ALC ini, tetapi juga dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini,” ungkap Desi.

Penulis : Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter1Email this to someone