Untukmu A

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilus
Ilustrasi oleh tribunnews.com

Entah kenapa, jiwa yang lemah ini selalu merindumu, tak pelak. Engkau yang mencipta dan engkau sang pembawa risalah serta engkau yang masih dalam harap.

A.
Aku hanya ingin berusaha meraih kesempurnaan cinta.
yang Engkau tanamkan, dalam lubukku, dalam relung yang Engkau katakan sebuah nikmat ini.

A.
Aku hanya ingin kelak bersamamu, mendamba keteduhan, seteduh bukti cintamu kepada kami.
yang engkau tebarkan keapada alam dan jagat ini.

A.
Aku hanya masih berharap, pada penciptamu, kelak engkau bisa menjadi yang satu, dengan diri yang lemah ini. Saat waktu menjelma menua, saat waktu menjelma dengan segala peluh tanggung jawab.

A.
Allah SWT. akan nikmatmu yang sungguh luar biasa ini, tiada yang bisa hamba haturkan kecuali syukur dan harap pengampunan serta rahmat-Mu.

A.
Ahmad. sholawat dan salam atasmu, keluargamu, dan para sahabatmu. Ya Habib, yang terkasih diantara makhluk yang kukasihi. umat kecil yang lepas dari 15 abad kehadiranmu di kefanaan ini, mengharap kelak, saat padang tak berbatas menyatukan jutaan insan, syafaatmu Ya Habibballah.

A.
Aku tak berani menyebut namamu, sebab rentetan waktu telah menderai bersama sejuta cerita dan pengharapan. Kini hanya diamku yang ku bisikkan pada sujud, rintih doa yang kupanjatkan selepas sholatku, semoga rahmat-Nya kelak menyatukan.

A. aku yang kecil hanya mendamba. Meramu doa, menyeka syafaat, dan menjelma dalam bisik sujud.

Penulis: Nui (Pembelajar yang tinggal di nui.afwan@gmail.com)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu