akreditasi
GEDUNG Manajemen Universitas Airlangga di kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya. UNAIR dipercaya untuk membina enam perguruan tinggi terakreditasi C. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Reputasi Universitas Airlangga sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yang sekaligus meraih kepercayaan pemerintah untuk menjadi world class university (WCU), kembali meraih pengakuan. Kali ini, UNAIR lolos seleksi sebagai perguruan tinggi (PT) pembina 2018, dan akan membina enam perguruan tinggi (PT).

Enam PT yang akan diasuh UNAIR itu adalah Stikom PGRI Banyuwangi; Akademi Kesehatan Rustida, Krikilan, Banyuwangi; Universitas Islam Majapahit Mojokerto; Institut Ilmu Kesehatan (IIK) ‘Bhakti Wiyata’ Kediri, STIE ’Al-Anwar’ Mojokerto, dan Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur. Dari keenam PT tersebut sudah memenuhi syarat pembinaan yaitu minimal 20 program studi dengan statuta akreditasi C BAN (Badan Akreditasi Nasional) PT.

”Syaratnya dari PT itu minimal tercover 20 prodi terakreditasi C untuk dibina dengan melakukan semacam klinik yang mengarah pada penguatan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internasional) dan peningkatan akreditasi prodi menjadi B dan seterusnya,” kata Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D., Sekretaris Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Airlangga kepada unair.news, di kantornya, Kamis (12/4).

Penandatanganan perjanjian kontrak dengan Belmawa itu dilaksanakan di Yogyakarta, 6-7 April 2018, yang ditandatangani pimpinan universitas. Turut hadir juga Direktur BPM UNAIR yang sekaligus sebagai pelaksana teknis. Program Belmawa ini ditujukan kepada PT unggul untuk melaksanakan pendampingan implementasi SPMI bagi PT lain yang terakreditasi C.

Seperti diketahui, di Indonesia terdapat sekitar 65-an PT berkualifikasi unggul, yang persyaratannya antara lain sudah terakreditasi A BAN PT. Dari 65-an PT unggul itu, 36 PT mendaftar dalam Program Asuh PT Unggul Dirjen Belmawa. Tetapi yang diterima 29 PT sesuai kuota (slot)  Program Asuh PT Unggul 2018. Satu diantara 29 PT itu Universitas Airlangga.

Program Asuh PT Unggul dari Belmawa ini merupakan tahun kedua setelah diawali tahun 2017. Tetapi bagi UNAIR, ini baru kesertaan pertama, karena tahun 2017 tidak mendaftar.

”Yang terpenting disini adalah rekognisi UNAIR dalam sharing positif tingkat nasional. Katakanlah ini keperdulian kita sebagai CSR (Corporate Social Responsibility) untuk mensukseskan program pemerintah. Bahkan ada beberapa PT yang terang-terangan ingin dibina UNAIR. Sebenarnya bisa saja membina sampai 40 prodi, tetapi kita batasi agar lebih fokus dan maksimal,” kata Helmy, yang dalam hal ini sebagai penanggungjawab teknis di UNAIR.

Suatu hal positif dari pertemuan di Jogyakarta, UNAIR memperoleh apresiasi karena sudah menerapkan manajemen yang terintegrasi dengan teknologi informasi, yaitu AIMS (Airlangga Intergrated Manajemen System). Hal ini mengingat dari 29 PT pengasuh itu belum semua terintegrasi dengan sistem TI, atau masih konvensional. Diantara 29 PT pengasuh itu juga terdapat beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) maju.

Kepada keenam PTS binaan tersebut, Tim Asuh UNAIR yang terdiri dari tim BPM dan asesor internal UNAIR, akan memberikan pendampingan implementasi SPMI. Sebagai langkah awal, perwakilan enam PTS akan diundang ke UNAIR untuk berkoordinasi. Setelah itu disiapkan rangkaian kegiatan yang harus diikuti, baik lokakarya, seminar, program magang, dan visitasi lainnya sampai dengan sekitar November.

Program Asuh PT Unggul ini sudah bisa dimulai sejak ditandatangani kontrak, bahkan ada beberapa PT pengasuh siap memberikan talangan dana operasional, sehingga bisa bekerja lebih awal dalam rangka menggenjot rekognisinya. Selain itu output program ini, pada tahun 2018 ini lebih berat, karena prodi yang terakreditasi C itu nanti harus juga siap melakukan reakreditasi melalui aplikasi SAPTO (Sistem Akreditasi PT Online) BAN PT. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone