GS PSDKU
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Meski berada jauh dari kampus utama, tidak menjadi penghalang bagi Badan Semi Otonom (BSO) Garuda Sakti (GS) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi untuk turut mendorong mahasiswa berprestasi. Tercatat, meski terbilang muda, BSO GS PSDKU UNAIR di Banyuwangi pernah mengirimkan timnya untuk mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang dihelat tahun lalu di Makassar, Sulawesi Selatan.

Untuk mengetahui beragam gebrakan yang telah dilakukan oleh BSO yang identik dengan jaket berwarna merah itu, UNAIR NEWS berhasil menemui Winda Kusuma Dewi selaku Wakil Ketua GS PSDKU UNAIR di Banyuwangi, Maret lalu. Kepada UNAIR NEWS, mahasiswa jurusan Pendidikan Dokter Hewan angkatan 2016 itu mengatakan, sebenarnya potensi yang dimiliki oleh mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi sama dengan mahasiswa UNAIR Surabaya. Hal itu, menurutnya, bisa dilihat dari jumlah PKM yang lolos pada tahap pendanaan.

“Di Banyuwangi ini masih banyak daerah yang belum terjamah untuk objek PKM kami. Jadi sangat menarik, apalagi didukung dengan gagasan yang segar,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Winda itu. “Dan waktu kami dimonitoring dan dievaluasi oleh dosen di Surabaya, mereka kaget kalau ternyata banyak mahasiswa PSDKU yang lolos,” imbuhnya.

Selain membidangi urusan PKM, tambah Winda, GS PSDKU juga mengurusi urusan prestasi mahasiswa. Menurutnya, urusan yang dibidangi oleh divisi prestasi GS PSDKU itu tidak ada dikepengurusan BSO GS di kampus Surabaya. Baginya, adanya divisi prestasi di GS PSDKU dimaksudkan untuk menciptakan iklim kompetisi di tengah mahasiswa PSDKU.

“Divisi prestasi ini yang membedakan kami dengan GS di kampus Surabaya. Tujuan adanya divisi ini sebenarnya untuk mendorong mahasiswa agar tertarik mengikuti berbagai kompetisi dan perlombaan,” terangnya.

Selanjutnya, mahasiswa penerima beasiswa dari PT. Pokphand itu menegaskan bahwa dasar dari adanya BSO GS PSDKU adalah keilmuan. Untuk itu, selain mendorong mahasiswa lain untuk berprestasi, sudah menjadi suatu kewajiban bagi seluruh anggota GS PSDKU juga bisa berprestasi.

“Kami selalu menekankan ke anggota GS, sebelum mengajak dan mendorong yang lain berprestasi, anggota GS juga harus berprestasi. Dan dengan prestasi-prestasi kita, semoga nama UNAIR semakin baik,” ujar Winda.

Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, UNAIR NEWS juga berhasil menggali informasi dari Ketua GS PSDKU UNAIR di Banyuwangi Anjani Marisa Kartikasari. Melalui whatsapp, mahasiswa yang akrab disapa Anjani itu menuturkan bahwa selain mengurusi PKM dan prestasi mahasiswa, GS PSDKU juga turut mengurus proses seleksi Mahasiswa Berprestasi (mawapres).

Mengenai mawapres, mahasiswa asli Yogjakarta itu menjelaskan bahwa selama ini proses seleksi mawapres PSDKU masih berhenti di tingkat kampus. Hal itu, tambahnya, menjadikan mawapres PSDKU belum bisa mengikuti kompetisi ke tingkat selanjutnya.

“Oleh karena itu, tahun ini kami ingin mawapres kami bisa sejajar untuk mewakili fakultas di kampus induk. Tujuannya agar bisa lolos ke jenjang selanjutnya,” ujar Anjani.

Selanjutnya, saat ditanyai perihal berbagai tantangan yang ia dan tim hadapi dalam mengelola GS PSDKU, Anjani mengatakan bahwa selama ini, koordinasi kadang terganggu dengan letak kampus yang tidak satu lokasi.

“Karena letak kampus yang berjauhan kadang membuat kami sulit berkoordinasi,” tegasnya.

Perihal cara mengelola potensi yang dimiliki oleh anggotanya, Anjani menuturkan bahwa untuk menggali kreatifitas dan ide-ide segar, ia dan tim kerap mengisi diskusi dengan bercanda. Hal itu, menurutnya, sangat efektif untuk memunculkan ide dan kreatifitas.

“Karena GS itu fokus ke kelimuan, jadi biasanya kalau rapat kami selingi dengan bercanda. Tidak terus-terusan serius. Tujuannya agar kreatifitas ataupun ide-ide itu muncul,” terangnya.

Selain itu, Anjani juga memetakan potensi yang dimiliki anggotanya. Bagi anggota yang cekatan, Anjani akan melibatkan dalam divisi PKM. Pasalnya, di divisi PKM dituntut serta ditarget dengan batas waktu yang sempit.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone