Dokter
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Bantuan pendidikan bidikmisi yang digagas oleh pemerintah era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2010 mulai menunjukkan hasil. Banyak alumni lulusan perguruan tinggi yang telah berkiprah di masing-masing bidang keilmuan. Salah satunya, mahasiswa lulusan di bidang kedokteran.

Universitas Airlangga sebagai salah satu kampus yang memiliki fakultas kedokteran terbaik di Indonesia tiap tahunnya juga menerima mahasiswa penerima bidikmisi. Kini, untuk kali kedua, UNAIR NEWS akan menghadirkan profil dan kisah pengabdian dokter jebolan UNAIR yang menjalani kuliah dengan bantuan pendidikan bidikmisi. Ialah dr. Yafi Rushan Rusli yang kini melakukan pengabdian di salah satu rumah sakit milik pemerintah di tanah kelahirannya, Blitar, Jawa Timur.

Ditemui UNAIR NEWS seusai melakukan tugas, dokter yang menempuh studi pendidikan dokter pada tahun 2011 itu merasa sangat bersyukur bisa menempuh pendidikan kedokteran dengan bantuan bidikmisi.

“Yang jelas bersyukur bisa kuliah di kampus besar dengan bidikmsi. Sekarang tinggal mengabdikan ilmu serta membalas jasa bangsa dan negara,” ungkap dokter yang akrab disapa Yafi itu.

Ditanya perihal pengalaman selama melakukan pengabdian, Yafi menuturkan bahwa selama ini dirinya merasa banyak belajar, pengalaman, dan menambah ilmu pengetahuan. Hal itu, tambahnya, mengingat kondisi rumah sakit di daerah sangat berbeda jauh dengan RSUD dr. Soetomo sebagai rumah sakit tempatnya belajar selama ini.

“Yang jelas aplikasi ilmu semakin meningkat dan di sini (RS daerah, Red) kami memiliki tanggung jawab yang lebih,” ungkapnya.

Selanjutnya, mengenai rencananya ke depan, Yafi mengatakan bahwa dirinya bertekad akan melanjutkan studi ke pendidikan spesialis. Meski, imbuh dia, hal itu belum tergambar dalam waktu dekat. Pasalnya, bagi Yafi, untuk menempuh pendidikan spesialis, diperlukan persiapan yang matang.

“Ingin memang lanjut ke spesialis, tapi belum tahu nanti. Usai pengabdian ini ingin kerja dulu dan nabung lah,” terangnya.

Pada akhir, Yafi berpesan kepada mahasiswa bidikmisi yang masih menempuh pendidikan dokter di UNAIR agar menjalani kuliah dengan baik. Perihal uang saku yang didapat dari pemerintah tiap bulannya, Yafi berpesan agar selama kuliah. Mahasiswa harus pandai dalam memanajemen keuangan.

“Semua tergantung kita, dibilang cukup ya cukup, tergantung manajemen kita sendiri. Untuk yang masih S1, saya kira agar jalani kuliah dengan baik. Kalau DM baru bisa sambil bimbel,” terangnya. “Dan, jangan lupa jaga solidaritas dengan teman sesama bidikmisi,” pungkasnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone