Olahraga
GUYUB: Alumni Orthopaedi Surabaya (AOS) saat kampanyekan olahraga sepeda. (Foto: Sefya Hayu)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIRNEWS– Hidup adalah bergerak. Bergerak adalah hidup. Itulah semangat yang ingin ditularkan oleh aktivis perkumpulan Alumni Orthopaedi Surabaya (AOS) kepada para anggotanya. Mereka diajak tergerak untuk bergerak mengayuh sepeda angin.

Di halaman Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, puluhan AOS mengadakan acara Reuni dan Merakit Sepeda, pada Minggu (25/3). Sebanyak 80 buah sepeda pancal impor telah terbeli untuk kemudian dirakit bersama dengan dibantu tenaga teknisi. Yang menarik, pada bodi setiap sepeda terdapat logo AOS warna hijau terang, pertanda sebuah pesanan eksklusif yang membanggakan pemiliknya.

Dokter Muhammad Nadir Fahri dalam sambutannya mengatakan, awalnya sebagian anggota AOS secara sporadis sudah aktif bersepeda, baik dilakukan sendiri maupun bersama komunitas. Kemudian, terbesik keinginan dari anggota AOS untuk menghimpun minat yang sama dalam satu klub tersendiri.

Sehingga, selain bisa bertemu teman lama, mereka bisa berolahraga yang menyehatkan. Sebab itulah, mereka sepakat untuk membeli sepeda seragam dengan merek dan warna yang sama. Ke depan, sepeda itu akan digunakan untuk mancal bareng-bareng.

“Rencananya, sepeda ini akan di-anyari di Banjarmasin, bersamaan dengan kegiatan Seminar SOC di sana, Mei mendatang, kita ke sana membawa sepeda,” kata dokter yang bertugas di Pamekasan itu.

Dikatakan, pembentukan klub bersepeda itu merupakan yang pertama di lingkungan AOS. Sejak tahun 2017 kemarin, anggota yang aktif gowes sekitar 40 orang. Diharapkan, dengan rintisan bersepeda bersama itu, nantinya anggota yang lain akan tergerak untuk bergabung.

Menurut Nadir, bersepeda adalah olahraga kardio, olahraganya ringan tetapi untuk jangka panjang efeknya sangat positif.

“Aman untuk umur berapapun, karena bersepeda tidak membebani lutut. Dengan duduk lutut bergerak tanpa beban berlebih, sehingga lebih enak,” katanya.

Ditambahkan, untuk orang-orang yang berat badannya sudah berlebih, agak kesulitan untuk olahraga lari karena lutut mendapat beban yang berat. Hal itu juga menyebabkan timbul rasa nyeri

Guyub

Tercatat, pada tahap pertama AOS membeli 80 buah sepeda dari satu peti kemas yang berisi 100 sepeda. Harga dari produsen dipatok sebesar Rp 17,6 juta, masih dibawah harga pasar untuk merek yang sama yaitu  Rp. 23,8 juta per sepeda.

Usai itu, serah terima sepeda ditandai dengan menyerahkan sepeda kepada alumni senior yakni dokter Satriyo. Saat penerimaan dokter tersebut, dokter Satriyo masih sempat unjuk kekuatan dengan mengangkat sepeda saat sesi pemotretan.

“Kami sesepuh dari alumni ingin sekali bisa rukun guyub, tidak hanya bertemu dalam forum-forum ilmiah saja, tapi juga bisa bersama dalam event olahraga. Kalau bisa nanti juga ditambah olahraga jenis lain. Supaya kita tidak hanya cari uang saja, tapi juga olahraga bersama teman-teman,” kata dr Satriyo.

Penulis: Sefya Hayu

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone