zombi-unair
SEBUAH kegiatan lari malam seperti ini akan dilaksanakan BEM FK UNAIR, Sabtu (24/3) di kampus FK Jl. Prof. Moestopo. Akan ada ratusan “zombi” untuk menggoda peserta lari. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK) Universitas Airlangga, Sabtu (24/3) malam besok akan membuat acara ”heboh”. Panitia akan melepas puluhan zombi untuk “menyerang” ratusan peserta lari malam sejauh 6 kilometer. BEM FK UNAIR menaungi kegiatan ini, tetapi pelaksananya oleh mahasiswa FK angkatan 2016 dan 2017.

Lari malam bertajuk “Agoraphobia : Frightmare Run” ini akan menempuh rute sejauh 6 kilometer. Di rute itulah para zombi akan secara tiba-tiba muncul di beberapa spot, tanpa diketahui dari mana asalnya. Para peserta diperkirakan akan banyak yang terkejut dan ketakutan ketika melihat puluhan zombi yang menghampiri mereka.

Namun diperkirakan Adra, Kepala Sub Divisi Acara Opening, Jumat kemarin, akan ada pula peserta yang mampu menghadapi zombi tanpa rasa takut saat “mahluk buruk rupa” itu berupaya merebut nomor peserta di lengan kiri. Diperkirakan juga ada peserta juga tidak kalah gigihnya mempertahankan nomornya. Agoraphobia the event ini merupakan opening Dekan Cup 2018 yang mengangkat tema Mental Health.

”Para zombi sengaja kami buat serealistis mungkin, seperti di film-film. Yah, meskipun kami juga tidak punya make up artis yang handal, tapi kami berusaha membuat serealistis mungkin, agar peserta terkejut,” tutur Adra.

Zombi yang digambarkan Adra, memang lebih seperti makhluk tak hidup, yang kembali bangkit, merasa kelaparan, dan memburu para peserta lari. Mereka berjalan sedikit cepat sambil terseok-seok, dari 4 spot sepanjang rute lari malam.

“Kami sudah melatih mereka dan pelari tidak perlu khawatir, karena mereka juga dibekali beberapa balon air sebagai amunisi untuk menyerang para zombi. Ketika zombi terkena lemparan bola air, maka ia akan freeze selama beberapa detik. Inilah yang membedakan ajang tersebut dari Zombie Run lainnya,” tambah Adra.

Pelari juga tidak perlu khawatir akan kelelahan, karena terdapat water station yang sudah disiapkan, dan juga beberapa tim medis yang berjaga di spot-spot tertentu, mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.

Lari malam yang menghidupkan akhir pekan warga Kota Surabaya ini akan dibuka oleh Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo dan perwakilan dari Rektorat UNAIR. Ratusan peserta lari itu hadir dari unsur pelajar SMP dan SMA, komunitas lari, mahasiswa, dan sivitas akademika FK Unair.

Opening Ceremony dimulai dengan pembakaran obor sebagai simbolis pembukaan Dekan Cup 2018. Inti acaranya lomba lari unik yang dikemas dalam sudut pandang penderita Agoraphobia, yaitu orang yang takut akan keramaian.Agoraphobia: Frightmare Run”  dengan tagline-nya “Live up Your Nightmare!”.

Lari malam ini mengajak masyarakat Kota Surabaya menempuh rute 6 KM dengan starting point di Kampus A UNAIR, kemudian menuju Kampus B UNAIR, Grand City Mall, Balai Kota Surabaya, dan finishing point kembali di Kampus A UNAIR Jl. Prof. Dr. Moestopo.

Selain berlari, Agoraphobia juga menawarkan Night Market dengan tiket masuk Rp 10 ribu. Disini menawarkan berbagai kuliner dalam food festival yang akan memuaskan lidah pengunjung sambil dihibur penampilan beberapa band internal dan penampilan lainnya.

Panitia menyediakan photobooth serta games stand dan berbagai permainan yang tidak kalah seru. Untuk bergabung dalam keseruan Frightmare Run, pengunjung cukup merogoh saku Rp 85 ribu. Para pendaftar akan mendapatkan fasilitas berupa race pack yang berisi jersey, BIB, tas, serta mendapat free pass Night Market.

”Jadi, pelari tidak perlu lagi membeli tiket masuk ke Night Market, karena sudah termasuk biaya pendaftarannya. Jika nonpelari, bisa membeli tiket masuk Night Market saat hari H, dijual On The Spot. Tambahan, open gate Agoraphobia dimulai pukul 16.00 dan close gate bagi peserta Frightmare Run pukul 18.00. Sedangkan bagi pengunjung Night Market tidak ada close gate,” tambah Adra.

Acara ini menawarkan hadiah untuk 30 pemenang pertama, berupa medali. “Tenang, akan ada juga hadiah utama bagi juara I, II dan III. Kemudian untuk hadiah hiburan, diperuntukkan bagi pemenang photocontest serta doorprize,” pungkas Yahya, panitia lainnya. (*)

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone