Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Masih seputar liputan khusus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kali ini, UNAIR NEWS berhasil mewawancarai Taufan Adi mahasiswa Fakultas Hukum yang baru saja dilantik menjadi Ketua BEM pada (7/3) lalu.

Tidak jauh berbeda dengan Ketua BEM sebelumnya, mahasiswa semester enam yang akrab disapa Taufan itu juga mengatakan, apabila keikutsertaannya dalam organisasi membawa banyak manfaat bagi dirinya. Dengan aktif di organisasi, relasi dan soft skill juga semakin terasah. Terlebih lagi, dengan mengikuti organisasi, pengimplementasian tri dharma perguruan tinggi juga semakin maksimal.

Sejak duduk di bangku kuliah, Taufan telah aktif mengikuti berbagai organisasi seperti Komunitas Peradilan Semu (KPS), Asian Law Student Assosiation (ALSA), Pecinta Alam Tanda Kehormatan (PATAKA), dan yang terakhir adalah Badan Eksekutif Mahasiswa. Sebelum menjadi ketua BEM FH, Taufan lebih dulu menjadi staff kementrian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM).

“Menurut saya, untuk memenuhi tri dharma perguruaan tinggi itu harus total. Di sini, saya ingin melakukan pengabdian bagi keluarga besar FH. Sebab itu, yang namanya pengabdian otomatis harus dilakukan secara tulus. Soal sibuk atau tidak  tergantung sudut pandang saja,” tuturnya.

Ditanya mengenai pentingnya organisasi, Taufan mengatakan bahwa organisasi dapat membentuk karakter seseorang menjadi jauh lebih baik dalam segala aspek. Kemudian, adanya evaluasi di dalam organisasi semakin membuat mahasiswa itu belajar dari kekurangan maupun kesalahan. Hingga yang paling penting, menurutnya, organisasi dapat berperan langsung dalam mewujudkan tujuan organisasi yang diikuti.

Meski menjalani rutinitas yang cukup padat lantaran harus membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Namun, Taufan mengaku bahwa dirinya tidak begitu kesulitan. Hal itu dikarenakan dia selalu membagi waktu dan berbagai hal dengan melihat skala prioritas.

“Kesulitan itu pasti ada. Tinggal kita saja yang harus pintar mengatur dan melihat prioritas, baik dari segi akademik maupun organisasi. Membagi waktu yang baik bisa dilakukan dengan membuat jadwal maupun yang lainnya. Namun, yang harus diperhatikan juga adalah kita harus tau mana yang perlu dikerjakan lebih dulu,” ungkap mahasiswa angkatan 2015 itu.

Penulis : Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone