Wahyu Syafi’ul Mubarok (kanan) meraih juara I kompetisi artikel ilmiah nasional yang diadakan dewan pimpinan pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook185Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Salah seorang mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga kembali meraih prestasi. Sebelum pada akhir Januari lalu, ia meraih juara I olimpiade karya tulis ilmiah di Turki, kali ini, tepatnya 14 Maret lalu, mahasiswa bernama Wahyu Syafi’ul Mubarok itu meraih juara I kompetisi artikel ilmiah nasional yang diadakan dewan pimpinan pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mahasiswa prodi Fisika angkatan 2016 tersebut mengikuti lomba dengan tema ”Tradisi Intelektualisme Ulul Albab dalam Menjawab Tantangan Zaman dan Kemanusiaan”. Ada beberapa subtema dalam lomba. Subtema yang dipilih Wahyu adalah ”Menyongsong Industri 4.0 dengan judul Geoekonomi Digital dan Posisi Pemuda Pasca Industri 4.0”.

“Makalah itu membahas peta perekonomian dalam jejaring digital, yang di dalamnya ada ekosistem digital. Dalam artikel ini, terdapat telaah posisi pemuda pasca revolusi industri 4.0, di samping membahas peta kebijakan China One Belt One Road,” ujar Wahyu.

Lomba itu diikuti akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Atas berbagai seleksi yang dilakukan panitia, terpilih sepuluh artikel untuk melakukan presentasi di UMY. Seleksi pertama desk evaluation dan kedua adalah final presentation.

Di tahap desk evaluation, lanjut Wahyu, naskah yang ia tulis berada di posisi sembilan, cukup jauh nilainya dari posisi tiga besar. Awalnya, Wahyu sangat ragu untuk berangkat karena hari evektif kuliah sekaligus sedang ada praktikum.

“Saya mengerjakan H-9 jam sebelum penutupan. Dan, ternyata para finalis yang datang sudah banyak pengalaman. Ada yang lulusan sekolah riset, aktivis yang sudah banyak program, seorang dosen, sampai seorang yang mengangkat penelitian studi S2,” ucap Wahyu, lantas tertawa. “Nggak minder sebenarnya, tapi ini saatnya belajar kepada mereka yang telah berpengalaman di forum ilmiah,” imbuh mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tersebut.

Wahyu tak menyangka konsep yang dirinya tawarkan menarik tiga juri yang menilai. Salah seorang juri, rupanya, tengah meneliti masalah yang serupa. Sementara itu, Wahyu mendapat juara I, sedangkan juara II diperoleh mahasiswa dari UMY yang menawarkan konsep sekolah jalanan dan pengembangan filantropi untuk umat. Juara 3-nya diraih mahasiswa S2 asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membahas masalah kesetaraan perempuan. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook185Tweet about this on Twitter0Email this to someone