Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook19Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Rabu, 15 November 2017 menjadi tonggak awal kepengurusan organisasi Keluarga Mahasiswa (KM) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi periode 2018. Dalam kepengurusan tersebut, Muhammad Bayu Alfian dan Bondan Sigit Purnomo Aji didapuk untuk memimpin organisasi induk PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Ditemui UNAIR NEWS di sela kesibukan dalam menjalani berbagai kegiatan organisasi yang sudah berjalan sejak awal tahun, ketua KM yang akrab disapa Bayu tersebut mengatakan bahwa organisasi mahasiswa KM PSDKU UNAIR di Banyuwangi sudah terbentuk sejak PSDKU UNAIR berdiri. Namun, tambah Bayu, waktu itu KM PSDKU UNAIR di Banyuwangi kedudukannya masih sejajar dengan organisasi mahasiswa lainnya.

“Sebelumnya, baik KM maupun organisasi lainnya itu sejajar. Baru, setelah tahun 2017, sesuai SK Rektor, KM kemudian menjadi organisasi induk yang mengatur berbagai urusan ormawa PSDKU UNAIR di Banyuwangi,” terang mahasiswa akuntansi itu.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai program unggulan yang ada di organisasi yang ia pimpin, mahasiswa asli Banyuwangi tersebut mengatakan bahwa desa binaan KM PSDKU UNAIR di Banyuwangi bakal menjadi salah satu program kerja unggulan di era kepengurusannya. Memang, imbuh dia, selama ini program desa binaan sudah dilakukan oleh sebagian ormawa PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Hanya, dalam kepengurusannya, Bayu bertekad mengintegrasikan program desa binaan tersebut menjadi satu.

“Sebab, selama ini desa binaan ada di setiap himpunan mahasiswa. Saya ingin desa binaan yang dikoordinasikan oleh organisasi KM ini nanti dapat mengakumulasi seluruh mahasiswa lintas disiplin ilmu. Tujuannya, program desa binaan yang kita bina perannya bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Bondan –sapaan akrab wakil ketua KM– menuturkan bahwa selama mendampingi Bayu sebagai ketua, dirinya ingin mengoptimalkan peran KM di tengah mahasiswa. Sebab, tambah mahasiswa pendidikan dokter hewan itu, sebelumnya peran dan keberadaan KM dirasa kurang maksimal bagi sebagian mahasiswa.

“Itulah sebabnya, saya mengusulkan ide membuat nama Kabinet Ada dalam kepengurusan ini. Tujuannya, tidak lain agar peran KM ini benar-benar dirasakan oleh seluruh elemen mahasiswa,” terang mahasiswa asal Kebumen, Jawa Tengah, tersebut.

Karena itu, sebagai upaya memberikan peranan KM yang lebih optimal di kalangan mahasiswa, selain mengoptimalkan program unggulan desa binaan, Bondan mengatakan bahwa ke depan sesuai dengan janji  saat berkampanye pihaknya bakal mengoptimalkan peran web. Hal itu dinilai sebagai salah satu media untuk keterbukaan dalam mengawal informasi dan isu seputar PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

“Hal ini berangkat dari tahun lalu bahwa banyak mahasiswa yang menanyakan tentang Airlangga Organization Forum yang tidak dikawal. Melalui peran web ini, ke depan hal seperti itu bisa kami kawal serta informasinya bisa diakses publik,” terangnya. “Toh, ini sudah era digital. Artinya, bagus tidaknya organisasi juga bisa dilihat dari laman web yang disajikan,” tandasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor:Feri Fenoria R

ShareShare on Facebook19Tweet about this on Twitter0Email this to someone