berkat doa
JESIKA Wulandari ketika menerima piagam penghargaan sebagai wisudawan terbaik S1 FKM dari Rektor UNAIR Prof. M Nasih, saat wisuda bulan Maret 2018 lalu. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Doa ibu merupakan doa yang paling mustajabah. Hal itu dibuktikan Jesika Wulandari, mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga ini menjadi wisudawan terbaik Maret 2018. Jesika berhasil meraih IPK 3,88.

“Perjuangan semasa kuliah sangat berwarna. Kendala paling membuat stres saat ditolak di berbagai perusahaan untuk melakukan penelitian skripsi. Saya pernah ditolak bahkan di-PHP oleh empat perusahaan,” ungkapnya.

Namun, berkat sosok ibu yang selalu ikhlas mendoakan, kendala itu dapat terselesaikan. Ia berhasil mendapatkan perusahaan yang bersedia menjadi tempat penelitian dan sesuai kriteria skripsinya.

Jesika menulis penelitian berjudul “Dampak dari Iklim Kerja Panas terhadap Respon Fisiologis dan Psikologis Tenaga Kerja.” Ia memilih tema itu karena para pekerja kurang mendapat perhatian dari perusahaan mengenai dampak iklim kerja panas. Terutama, perusahaan yang terdapat proses produksi.

“Biasanya bahaya dari kebisingan, getaran, pencahayaan, dsb yang lebih mendapat perhatian. Padahal dampak iklim kerja panas lebih membahayakan. Bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Bahkan, pekerja bisa meninggal dunia karena heat stroke atau serangan jantung,” jelas mahasiswi kelahiran Ponorogo tersebut.

Selama penelitian, ia menemukan tak sedikit tenaga kerja mengeluhkan gejala-gejala akibat gangguan iklim panas. Misalnya, seperti biang keringat, dehidrasi, mudah emosi, dan kejang-kejang. Kini Jesika sibuk membuat artikel ilmiah dari hasil penelitian itu agar bermanfaat bagi orang lain.

Penghobi membaca ini ingin dirinya mendapatkan beasiswa S2, terutama yang berasal dari perseorangan, bukan dari lembaga. ”Kerja keras, rajin, dan jangan suka mengeluh. Kalau gagal belajar lebih dan lebih giat lagi. Karena itu tandanya usahamu belum maksimal,” terangnya.

”Tidak bisa dihitung berapa banyak kendala dalam kuliah. Tetapi kalau kita mau untuk terus berusaha, Insya Allah akan sukses. Semangat!” pesannya untuk mahasiswa yang sedang menempuh studi. (*)

Penulis : M. Najib Rachman

Editor : Binti Q. Masruroh.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone