Bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar KPU Goes to Campus 2018 di tempat parkir danau Kampus C pada Senin (12/3). (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook21Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga menjadi kampus pertama yang mengawali rangkaian kegiatan KPU Goes to Campus 2018. Kegiatan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan bekerja sama dengan UNAIR itu digelar di tempat parkir danau Kampus C pada Senin (12/3). Diikuti sejumlah mahasiswa dan sivitas, kegiatan tersebut dibalut dengan talk show seputar pemilihan umum, baik pilihan legislatif (pileg) maupun pilihan presiden (pilpres).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Pusat Arif Budiman. Menurut dia, kegiatan itu sangat penting dilakukan. Terutama sebagai upaya meningkatkan minat serta partisipasi anak muda, melalui mahasiswa, dalam menyosialisasikan Pemilu.

”Kita perlu tanamkan kepada masyarakat, terutama para pemuda, bahwa hak memilih itu penting. Jadi mesti dimanfaatkan dengan sangat baik,” ujarnya saat ditemui UNAIR NEWS sebelum acara.

Diketahui, kegiatan tersebut tersaji dengan tema serta konsep kekinian. Selain bertempat di luar ruangan atau outdoor, kegiatan tersebut terdiri atas game seru dan beragam sajian kuliner bertema Pemilu. Mulai Rawon Coblos, Rujak Cingur Capres, Bakso Caleg, Soto Kampanye, Dawet Parpol, Es Tape TPS, Batagor Somay KPPS, hingga Es Degan Quick Count.

”Universitas Airlangga melalui Surabaya, khususnya Jawa Timur, membuka rangkaian kegiatan ini di antara sepuluh kampus. Kita tahu, Jawa Timur merupakan kantong suara terbesar kedua setelah Jawa Barat,” katanya.

Selanjutnya, dalam talk show tersebut, menjadi pembicara adalah Pramono (Komisioner KPU Nasional), Eko (ketua KPUD Jawa Timur), dan Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si., (pengamat politik dari FISIP UNAIR). Dengan dimoderatori Anya Dwinov, salah seorang presenter TV nasional, dan Pulung, presenter JTV, berbagai topik terkait dengan Pemilu dibahas setiap pakar itu.

”Kami berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini (Pemilu, Red) untuk turut menentukan nasib bangsa ini,” ucap Suko. ”Kesempatan memilih menjadi kunci mengurai masalah-masalah politik (Misalnya, korupsi) yang terjadi selama ini. Makanya, jadilah pemilih yang responsif dan cerdas,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Suko menambahkan bahwa pemuda, khususnya mahasiswa, merupakan pemilik masa depan. Karena itu, bila ingin mengubah keadaan, mereka harus bersinergi.

”Bersatu menjadi penting. Ini diadakan agar TPS (Tempat pemungutan suara, Red) tidak sekadar menjadi tempat selfie,” tegas Suko.

Sementara itu, mewakili rektor UNAIR, Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., dalam sambutannya berharap pemuda, terutama mahsiswa UNAIR, turut aktif membangun demokrasi Indonesia. Salah satunya dengan beragam kegiatan kemahasiswaan di kampus.

”Termasuk aktif mengikuti serta mengawal kegiatan demokrasi di masyarakat. Jangan hanya menjadi penonton, tapi mesti terlibat. Minimal memanfaatkan hak memilih dengan baik dan bijak,” sebutnya. (*)

Penulis: Moh. Alfarizqy/ Feri Fenoria

ShareShare on Facebook21Tweet about this on Twitter0Email this to someone