akademisi pengusaha
DENGAN senyum kebanggannya IGN Darmaputra menerima piagam penghargaan dan jabat tangan dari Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih, dalam wisuda di UNAIR, Maret 2018 lalu. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

WARTA UNAIR  Petuah seorang guru mampu membangunkan semangat I Gusti Nyoman Darmaputra untuk segera menyelesaikan studi Doktoralnya (S3) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

”Sekolah itu jangan lama-lama, anggap bagaikan berjalan di atas bara panas, sehingga buru-burulah untuk ingin cepat keluar,” demikian pesan sang gurunya yang dikutip ulang IGN Darmaputra. Dan akhirnya ia cepet lulus, bahkan juga menjadi wisudawan terbaik dalam wisuda periode Maret 2018.

Sejak awal, laki-laki kelahiran Melaya 18 Januari 1980 itu bertekad ingin segera lulus dari S3 Prodi Ilmu Kedokteran FK UNAIR. Maklum, selama kuliah di Surabaya ia harus LDR-an dengan keluarganya yang tinggal di Bali.

”Karena itu disela-sela kesibukkan, saya berupaya untuk tetap fokus pada kuliah dan penelitian, ya agar bisa segera lulus dengan nilai yang memuaskan,” katanya.

Keseharian IGN Darmaputra, selain menjadi dosen S1 dan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis), ternyata ia juga berjiwa interpreneurship. Jangan heran kalau saat ini ia mengelola 18 klinik kecantikan yang dirintisnya sejak 2010. Klinik itu bahkan sudah merambah di beberapa wilayah. Sebut saja Bali, Jakarta, Tangerang, Makassar, Malang, Gresik dan Lombok.

Dalam kiprah akademisinya, ia pernah meraih predikat Juara 1 presentasi oral dalam Kongres PERDOSKI. Bahan juga aktif dalam organisasi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Provinsi Bali, sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2017-2020.

Kesibukannya di bidang non-akademis bisa dilaksanakan sejalan dengan bidang akademik. Memang diakui bahwa konsentrasi belajarnya sempat terpecah lantaran disibukkan dengan kampanye ketika pemilihan Ketua Umum HIPMI, kala itu. “Namun disela-sela kampanye itu saya sempatkan belajar dan membaca jurnal online lewat gadget,” tambahnya.

Boleh jadi, suksesnya di bidang bisnis itu tidak lain karena kemampuannya mengaplikasikan keilmuannya sebagai ahli bedah kecantikan. Apalagi, “modal” untuk itu juga pernah didapat tahun 2010 ketika alumni FK Universitas Udayana ini juga menempuh pendidikan Cosmetic Surgical Training, di Tongji University-Shanghai, China.

Di sanalah, ayah tiga orang anak ini mendalami teknik bedah kecantikan sedot lemak. Dari sinilah IGN Darmaputra tidak saja mendalami bidang estetika yang erat kaitannya dengan bisnis klinik kecantikkannya itu.

Bahkan ia kini juga tergerak untuk mendalami kasus penyakit kusta. ”Saya merasa terpanggil ingin meneliti mekanisme kerusakan saraf pada penderita kusta,” katanya kepada unair.news, pekan lalu. (*)

Penulis : Sefya Hayu Istighfaricha

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone