Salah satu pendonor yang melakukan donor darah di Aula Fajar Notonegoro, Selasa (6/03). (Dok. Siti Nur Umami)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berbekal peduli terhadap orang lain yang membutuhkan menggerakkan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menghelat donor darah sekaligus cek kesehatan. Kali ini donor darah yang berlangsung Selasa (6/03) di Aula Fajar Notonegoro, membawa semangat baru One Drop One Hope. Artinya, setiap tetes darah yang disumbangkan akan membawa harapan bagi yang membutuhkan.

“Kegiatan ini merupakan aktivitas kemanusiaan yang luar biasa penuh dedikasi. Mari seluruh sivitas akademika mulai dari S1 hingga S3 turut berkontribusi dan semoga kegiatan ini terus berkelanjutan,” tutur Dr Rudi Purwono, Wakil Dekan I FEB.

Dikatakan Diana selaku ketua pelaksana, kegiatan ini turut menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Zakat. Ia berterimakasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan rutinan yang rencananya akan diadakan empat kali dalam satu kepengurusan.

Sejak dibuka pukul 08.00 hingga 14.00, sekitar 300 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan sivitas akademika FEB UNAIR antusias melakukan donor darah. Calon pendonor harus memenuhi syarat pendonor agar lolos. Di antaranya pendonor harus dalam keadaan sehat, berat badan minimal 50 kg untuk pengambilan darah 350 cc, tekanan darah normal, kadar Hb lebih dari 12,5 g/dl, bukan pecandu alkohol, tidak bertato, tidak memiliki riwayat penyakit berat, serta tidak dalam kondisi hamil.

Di samping peduli terhadap orang lain, donor darah memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Seperti melindungi jantung, menurunkan risiko terkena kanker, mencegah penuaan dini, membantu sirkulasi darah, hingga menurunkan kolesterol.

Selain donor darah, para peserta dapat melakukan cek kesehatan berupa gula darah dan asam urat dari Rumah Zakat. Petugas dari Rumah Zakat tidak segan-segan memberikan masukan agar menjaga pola makan demi kesehatan.

Ketika menunggu proses donor, para peserta tidak dibuat bosan menunggu. Mereka dihibur oleh penampilan live acoustic dari Macoustic, grup akustik dari mahasiswa program studi Manajemen.

Usai melakukan donor, para pendonor mendapatkan berbagai bingkisan dari PMI dan panitia sebagai bentuk apresiasi kepedulian terhadap sesama. Tidak hanya itu, panitia memberika doorprize bagi pendonor yang beruntung. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone