wisudawan vokasi
MAWADDAH menerima piagam penghargaan dari Rektor UNAIR Prof. M. Nasih sebagai wisudawan terbaik, pada wisuda bulan Maret 2018 lalu. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mawaddah Anindya Estiningtyas tak pernah menyangka bahwa tekad dan mimpi untuk menjadi wisudawan terbaik Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga pada gelaran wisuda periode Maret 2018 bakal terwujud. Bahkan, wisudawan dengan peraih IPK 3,87 itu sempat mengungkapkan bahwa dirinya hampir saja tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Perempuan kelahiran Gresik, 30 November 1997 itu mengisahkan, perjalanan awal saat akan masuk kuliah adalah pengalaman yang sangat menarik. Awalnya, saat melihat pengumuman bahwa dinyatakan diterima ia sangat bangga, namun hal itu berubah seketika saat melihat biaya yang telah disiapkan oleh orang tua tidak mencukupi untuk membayar keperluan pendaftaran.

“Wakti itu hampir saja orang tua memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan ini (kuliah, Red). Setelah berusaha, akhirnya pada hari terakhir pembayaran, salah satu teman ayah saya membantu membiayai pendaftaran tersebut. Dan untung saja pihak rektorat memberikan saya dan orang tua keringanan waktu untuk membayar biayanya,” ungkapnya.

Pengalaman berharga itu menjadikan wisudawan yang hobi menulis cerita pendek dan artikel itu memiliki tekad kuat untuk lulus lebih cepat. Tekad itu pun kini telah terwujud. Anak pertama dari dua bersaudara itu berhasil menjadi wisudawan yang menyelesaikan masa studi hanya dalam waktu 2,5 tahun.

“Untuk mewujudkan mimpi itu, saya benar-benar memantapkan hati dan menata niat. Dalam masa perkuliahan, saya selalu berusaha untuk tidak membolos dan selalu masuk tepat waktu sebelum dosen datang, karena selalu ingat perjuangan orang tua membiayai sekolah saya,” terangnya.

Meski lulus dengan masa studi yang sangat singkat, wisudawan yang pernah menjadi Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) Vokasi 2016 itu juga sempat menjajaki kompetisi menjadi peserta pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Vokasi 2016 serta Lolos menjadi 20 Besar Duta Vokasi 2016.

Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi seperti staf Divisi Infokom HIMA Teknisi Perpustakaan tahun 2016-2017, Anggota Kumpul Dongeng Surabaya (organisasi luar non profit, Red) 2017-sekarang, dan Staf BKM (BSO Kemakmuran Masjid) UKMKI 2016-2017.

“Selain memperjuangkan nilai akademis mahasiswa juga perlu mengikuti organisasi. Lalu, selalu percaya diri saat mengikuti kegiatan, percaya diri bukan berarti sombong. Terakhir, tidak perlu takut untuk melangkah,” pungkasnya.(*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone