kesehatan anak
FARIANI Syahrul ketika menerima piagam penghargaan dari Rektor UNAIR Prof. M. Nasih disaksikan Ketua Senat Akademik Prof. Joewono Soeroso. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fariani Syahrul, doktor kelahiran Malang ini sangat konsen dengan persoalan kesehatan anak sekolah, terutama usia sekolah dasar (SD). Mengapa? Anak-anak adalah generasi penerus dan aset pembangunan yang strategis, katanya.

Berdasarkan ideanya itulah, mahasiswa S3 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga ini melakukan penelitian untuk disertasinya tentang “Model Prediksi Mikroba dalam Feses (Diarrheagenic Escherichia Coli) melalui Media Penularan Foodborne Diseases pada Anak Sekolah Dasar”. Dan, ia lulus dengan predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,98.

Foodborne Diseases (FBDs) merupakan salah satu beban masalah kesehatan yang besar. Diantaranya pada anak-anak. Jenis FBDs merupakan masalah utama pada anak-anak. Salah satunya, diare yang sebenarnya bisa dicegah,” jelasnya.

Penelitiannya itu menghasilkan model prediksi keberadaan bakteri DEC dalam feses anak berbentuk formula matematis kondisi jajanan dan frekuensinya di sekolah. Faktor frekuensi jajan di sekolah sangat penting dalam memperkirakan bakteri DEC. Hal itu dapat digunakan “early warning” terhadap terjadinya Foodborne Disease pada anak.

Selain Sekretaris Program Studi S-2 Epidemiologi FKM UNAIR, Fariani menjadi ibu rumah tangga dan berharap dapat lulus tepat waktu. Karena itu manajemen waktu sangat dibutuhkan.

”Saat menjalani perkuliahan, status saya ijin belajar. Jadi saya harus menjalankan kewajiban sebagai dosen. Baik mengajar minimal 12 SKS/tahun, membimbing, dan menguji. Jadi tantangan dan kendala terberatnya, soal waktu,” jelasnya.

Tapi ia berhasil menyiasatinya, semua kewajiban dosen harus selesai di kampus. Lalu pengerjaan tugas dioptimalkan di rumah setelah kewajibannya selesai.

Kedepan, dia berharap bisa mencapai guru besar. Disisi lain, sebagai peneliti, hasil disertasi itu menjadi starting point untuk mengembangkan penelitian lain yang terkait maupun pengmas. Sebagai ibu, ia ingin menjadi contoh yang baik bagi anak-anak dan melihat mereka sukses studi serta kehidupannya, baik dunia maupun akhirat. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor : Feri Fenoria, Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone