perduli remaja
ANNISA dalam dekapan kasih sayang kedua orang-tuanya pada sesi “hormat orang tua” seusai menerima piagam penghargaan dari Rektor UNAIR. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Annisa Axelta telah membuktikan langkah awal untuk mencapai cita-citanya. Mahasiswa asal DKI Jakarta tersebut berhasil menjadi wisudawan terbaik S1 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Dengan waktu 3,5 tahun, Annisa sukses mendapatkan IPK sebesar 3,71.

Annisa mengaku, tidak mudah untuk mencapai prestasi itu. Kerinduan terhadap keluarga serta rumah yang jauh membuat Annisa harus berjuang ekstra. Oleh karena itu Annisa bertekad untuk lulus 3,5 tahun. Katanya, Kunci suksesnya ialah dengan bekerja keras dan selalu berdoa.

”Somewhere, between the tired days, hard works, and sleepless nights, a prayer is answered,” tuturnya.

Mahasiswa kelahiran 12 Oktober 1996 itu berencana untuk melanjutkan pendidikan magister profesi (S-2) dengan peminatan klinis. Setelah itu, ia ingin mengabdikan ilmunya untuk bekerja di rumah sakit atau pun membuka praktik psikologi yang dikhususkan kepada remaja maupun dewasa.

Keinginan besarnya itu berlandaskan rasa ingin menolong sesama manusia. Karena Annisa percaya bahwa manusia memiliki positive traits yang dapat mereka gunakan untuk beraktualisasi diri.

Selama menjadi mahasiswa, Annisa lebih aktif di luar kampus, seperti mengikuti kegiatan AIESEC, Surabaya, sebuah organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Ketika libur panjang, Annisa juga mengikuti magang di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan.

perduli remaja
ANNISA jabat tangan dengan Rektor Universitas Airlangga usai menerima piagam penghargaan wisudawan terbaik. (Foto: Bambang Bes)

Annisa berpesan, saat ini yang diperlukan dalam dunia kerja tak hanya IPK, tetapi juga kualifikasi. Di samping mengejar IPK yang tinggi, ada baiknya menambah kualifikasi yang masih sebidang dengan jurusan kuliah yang diambil. Yang mana itu akan menjadi nilai lebih ketika melamar kerja nanti.

”Jangan lupa untuk selalu rajin membaca, membangun hubungan yang baik dengan dosen, serta mengerjakan tugas. Semua yang kita kerjakan harus seimbang. Itulah kunci hidup. Seimbang antara belajar, kuliah, bermain, menikmati hidup, dan segalanya. Yang terpenting adalah, jangan pernah untuk takut gagal, jangan pernah berhenti berdoa dan bersyukur,” pungkasnya. (*)

Penulis : M. Najib Rahman

Editor : Binti Quryatul Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone