wisudawan
AHMAD Azis ketika berjabat tangan dengan Rektor UNAIR Prof. M. Nasih usai menerima piagam penghargaan. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Padatnya kegiatan di luar perkuliahan tak menghalangi Ahmad Aziz Putra Pratama untuk menjadi wisudawan terbaik. Aziz, asal dari sebuah desa terpencil di Rembang, Jateng, itu termotivasi untuk selalu meraih prestasi saat kuliah di UNAIR. Akhirnya, alumnus S1 Manajemen itu berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, dengan meraih IPK 3.97, nyaris sempurna.

Kegiatan selain perkuliahan selama 3,5 tahun, antara lain ikut trading saham, asisten dosen, mengikuti sekolah pasar modal, kepanitiaan acara, menjadi salah satu tim surveyor riset, pelatihan TBI English Course, mengikuti brevet Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), mengikuti Basic Financial Accounting dan Internal Audit & Fraud Detection Course oleh IAI.

“Saya berasal dari desa kecil, yaitu Pantiharjo, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, Jateng. Saya dari keluarga sederhana. Jarang sekali siswa dari desa saya melanjutkan ke perguruan tinggi,”tambahnya.

Selam kuliah, prestasi menonjol Aziz adalah menjadi finalis Innovative Research Paper Competition, finalis Management Case Analysis Competition, dan Tim Surveyor NAZAVA Group. Ketiganya pada tahun 2016.

Bagi Aziz, sangat penting membagi waktu antara kuliah, ibadah, menjalin relasi, organisasi, lomba, keluarga, dan kegiatan lainnya. Jangan hanya terpaku mengejar nilai kuliah, karena banyak kegiatan yang bisa memberikan nilai positif.

Staff divisi Education Business, Workshop Entrepreneur & Business Society (WEBS) 2015-2016 itu mengakui, bagi mahasiswa, perencanaan sangat penting. Seperti membuat timeline kegiatan, pengeluaran dan pemasukan kas, kondisi keungan, dan target yang harus dicapai dalam periode tertentu.

“Mahasiswa sangat penting untuk mulai merancang perencanaan sebelum terlambat. Karena bagi saya orang yang tidak memiliki perencanaan sama sekali adalah orang yang sedang merencanakan sebuah kegagalan,” ujarnya.

Setelah lulus, kesibukan sudah menunggu Aziz; menjadi koordinator Asisten Dosen Manajemen Keuangan, melakukan trading saham saat waktu kosong, menjadi freelancer beberapa proyek. Ketika malam, ia masih mengikuti pelatihan yang diadakan IAI. (*)

Penulis : Binti Quryatul Masruroh

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone