Dubes Arab
Dari kiri, Dr. Mohammed S. Haqqi, Duta Besar Arab Saudi H. E. Mr. Osamah Mohammed Al-Shuibi dan rektor dalam strategic meeting bersama sivitas Univeritas Airlangga pada Jum’at (9/3). (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Penjajakan kolaborasi bidang-bidang potensial dengan perguruan tinggi luar negeri terus diperkuat Universitas Airlangga. Salah satunya dengan perguruan tinggi di Kawasan Timur Tengah, Arab Saudi. Ke UNAIR pada Jum’at (9/3), H. E. Mr. Osamah Mohammed Al-Shuibi memimpin delegasi yang terdiri atas dosen dan pejabat dari Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia.

Dua pejabat Arab Saudi yang turut hadir, antara lain, Dr. Mohammed S. Haqqi dan Mr. Issom Bibsait. Dalam lawatan itu, berbagai potensi bidang kerja sama dibahas. Terutama terkait dengan riset dan pendidikan tinggi.

H. E. Mr. Osamah mengungkapkan, di Arab Saudi, terdapat beberapa universitas yang berpotensi untuk menjalin kerja sama dengan UNAIR. Salah satunya adalah Al-Imam Mohamed Ibn Saud Islamic University. Di sisi lain, UNAIR, ungkap dia, merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Indonesia yang memiliki keunggulan di bidang kesehatan.

“Pemerintah maupun Kerajaan Arab Saudi sangat mendukung prinsip-prinsip kolaborasi maupun kerja sama ke arah kebaikan bersama. Khususnya soal pendidikan. Sebab, pendidikan merupakan nadi daripada kemajuan. Ini dibuktikan, sebelumnya digelar kerja sama dengan tujuh universitas di Indonesia,” ungkapnya di Ruang Rektor, Kantor Manajemen UNAIR.

Baik riset maupun pertukaran ahli bidang, lanjut dia, perlu segera dilakukan. Misalnya soal kesehatan dan masalah-masalah umum di setiap negara. H. E. Mr. Osamah menjelaskan, ada beberapa penyakit yang tidak ada di Arab. Karena itu, kolaborasi tersebut diperlukan dalam upaya bersama-sama mencari solusi serta meningkatkan kualitas ahli di kampus masing-masing.

”Kolaborasi dan tukar pengalaman dari ahli di kedua negara ini semoga bisa meningkatkan mutu pendidikan. Selanjutnya berdampak pada kemajuan setiap negara,” sebutnya.

”Ada seorang anak ke Indonesia. Dia memakan serangga di sana (Indonesia, Red), lalu pingsan. Setelah dia dibawa ke rumah sakit di Arab, data kesehatan terkait itu kurang lengkap. Adanya di Indonesia,” tambah H. E. Mr. Osamah mengilustrasikan perlunya kolaborasi tersebut.

Dubes Arab
Foto bersama antara delegasi dari Kedutaan Besar Arab Saudi dan sivitas Universitas Airlangga dalam pembahasan kerja sama. (Foto: Feri Fenoria)

Pada akhir, H. E. Mr. Osamah berharap pembahasan itu dapat diakhiri dengan kegiatan yang konkret. Yakni, proposal resmi melalui kedutaan besar. Sementara itu, dalam lawatan tersebut, juga digelar kuliah tamu soal pendidikan di Arab Saudi di Aula Garuda Mukti.

Menanggapi lawatan itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA., menyambut baik penjajakan tersebut. Dekan dan berbagai direktur di lingkungan UNAIR dihadirkan untuk memaparkan potensi kerja sama di setiap fakultas serta bidang.

”Selama ini, kita (UNAIR, Red) telah menjalin kerja sama ke wilayah Asia Timur seperti Jepang dan Taiwan. Juga ke kawasan Eropa. Ini ada kesempatan kita penjajakan kerja sama ke wilayah Timur Tengah,” ujarnya. ”Yang jelas ini adalah suatu hal yang sangat baik. Pertukaran ahli bidang, mahasiswa, dan staf dalam upaya meningkatkan kualitas masing-masing. Dengan kelebihannya masing-masing,” tambahnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone