fokus target
USAI menerima piagam penghargaan wisudawan terbaik, Cecilia Margaretha berjabat tangan dengan Rektor UNAIR Prof. M. Nasih, dalam wisuda Maret 2018. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook12Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Cecilia Margaretha, anak kedua dari dua bersaudara ini, tidak pernah menyangka bahwa pendidikan S2-nya berakhir manis. Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dalam wisuda periode Maret 2018 ini. Cecil, sapaan akrab dara kelahiran Kediri ini membukukan IPK 3,81.

”Fase yang lumayan itu adalah saat mengerjakan tesis. Waktu 24 jam serasa kurang. Bolak-balik. Cari referensi, bimbingan, ke perpus, ngantor,” tuturnya, lantas tertawa. ”Mesti pandai-pandai atur waktu. Antara pekerjaan dan kuliah. Plus bersosialisasi dengan teman-teman yang lain,” imbuhnya.

Tak jarang penghobi lari ini mencuri waktu untuk menuntaskan tugasnya. Bahkan Cecil, sapaannya, kerap menghabiskan malam dengan tumpukan data penelitian. ”Tapi, kekaguman saya kepada orang tua seperti menjadi pengingat, cambuk untuk selalu semangat,” kata Cecil yang kini berkarir di klinik perawatan kecantikan, Esther House of Beauty ini.

Akhirnya, tesis berjudul ”Pengaruh Employee Development terhadap Turnover Intention dengan Mediasi Perceived Employability dan Moderasi Job Autonomy” bisa diselesaikan alumnus S1 psikologi ini. Judul itu diilhami rasa penasarannya terhadap pemicu dan peredam turnover intention, keinginan berhenti atau berpindah pekerjaan karyawan. Sebab angka turnover sangat tinggi.

“Problem sumber daya manusia tak sesimpel gaji rendah, lalu dinaikkan,” ujarnya. ”Employee development itu, pelatihan pengembangan sikap, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan performa karyawan dari perusahaan,” katanya.

Meski bertujuan positif, di lain sisi, employee development berkemungkinan merugikan perusahaan. Presepsi karyawan terhadap peluang bisa saja muncul, khususnya di perceived employability, pasar tenaga kerja. Akibatnya, turnover intention dapat meningkat.

”Termasuk pengaruh job autonomy. Yakni, otoritas pekerja membuat keputusan pekerjaan yang sesuai keahlian mereka. Makanya, penasaran (pengaruh Employee Development, Red),” katanya.

Kunci capaiannnya, bagi Cecil komitmen sangat penting. Pilihan pada suatu hal mesti diikuti tanggungjawab, yakni berusaha maksimal atas pilihan itu. ”Fokus pada target dan kerahkan energi sebaik-baiknya,” pesannya. (*)

Penulis : Feri Fenoria.

Editor : Bambang Bes.

ShareShare on Facebook12Tweet about this on Twitter0Email this to someone