anggi terbaik
ANGGI ketika menerima piagam penghargaan sebagai wisudawan terbaik, yang antara lain disampaikan Rektor dan Ketua Senat Akademik UNAIR, dalam wisuda Maret 2018. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook103Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Anggi Prawitasari mengaku, kendala selama kuliahnya lebih pada manajemen waktu. Dia masih merasa di zona nyaman, tak banyak berbicara dengan teman yang aktif berinteraksi.

”Saya membuka bimbingan belajar di rumah. Ketika jadwal berbenturan dengan mengajar les, saya kesulitan. Saya tipe pemikir dan lebih banyak diam dibanding teman yang humble dan sangat suka tantangan,” jelasnya.

Perjuangannya selama kuliah adalah motivasi untuk belajar terus. Juga, meningkatkan serta mempertahankan apa yang sudah dicapai di kemudian hari. Salah satunya, melalui indikator kecil, peningkatan IPK. Hingga ia lulus dengan IPK 3,98 dan dinyatakan terbaik.

”Perjuangan di antropologi juga berkaitan motivasi saya yang kerap bertolak belakang dengan keluarga. Antropologi dinilai kurang prospektif, dan saya ingin membuktikan itu salah,” katanya.

Soal skripsi, Anggi mengaku berfokus pada studi perubahan. Khususnya fenomena toilet training. Penelitian tersebut dilakukan di Kelurahan Kedungdoro, Kota Surabaya.

”Topik ini dipilih berdasar pengalaman saya ketika kebetulan berbincang singkat dengan ibu-ibu di sekitar rumah. Juga, saya tertarik fenomena baru-baru ini, yakni emisi pembuangan diapers di Kali Surabaya yang semakin memprihatinkan,” ungkapnya.

Saat ini Anggi masih membuka les. Termasuk kerap menjadi editor skripsi teman se-angkatannya sebelum nanti terjun ke dunia kerja. Dia juga berencana mencari informasi seputar beasiswa pendidikan magister.

Namun, mengingat tahun ini ayahnya segera pensiun, bersama adik, Anggi mesti menggantikannya, menjadi tulang punggung. Capaian wisudawan terbaiknya, menurut Anggi, bisa diraih karena kerja keras. Doa orang tua, tambah dia, juga tidak pernah terlepas sampai pada titiknya saat ini.

“Mau tidak mau, harus pandai memanajemen waktu. Belajar, bermain, dan istirahat. Dengan itu, urusan di bangku kuliah bisa selesai dengan mudah. Satu lagi, jangan ragu bertanya ketika kita tidak tahu,” kata Anggi. (*)

Penulis : Alfarizqy

Editor : Feri Fenoria

ShareShare on Facebook103Tweet about this on Twitter0Email this to someone