kemanusiaan
ANIL Dawan berjabat tangan dengan Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih usai menerima piagam, pada wisuda Maret 2018 di UNAIR. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Anil Dawan mengaku bersyukur atas anugerah dan berkah dari-NYA hingga dirinya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik program Doktor (S3) Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga pada wisuda periode Maret 2018. Pria kelahiran Blitar, 4 Januari 1975 itu lulus dengan IPK 4,00, sempurna.

”Saya yakin dengan dua hal penting, yaitu usaha dan doa. Sejalan dengan semboyan ‘Ora et labora’ (sinergi antara berdoa dan bekerja/belajar – Red). Ini merupakan kunci untuk bisa mencapai hasil maksimal dan menyelesaikan studi dengan hasil terbaik. Jadi, saya bersyukur, haru, serta lega sekaligus bangga atas capaian ini,” ungkap penerima program beasiswa The Bridging Gaps Program, Vrije University Amsterdam, NL, tersebut.

Saat kuliah, Anil aktif di NGO Wahana Visi Indonesia sebagai manajer. Itu menjadi tantangan yang harus dihadapi, yaitu menyeimbangkan tugas pekerjaan dan studinya. Namun, dia mencoba mengatasinya serta mengupayakan belajar tanpa mengenal lelah.

“Saya menjadwal setiap hari untuk mengerjakan tugas studi dan disertasi, minimal 1–3 jam disela-sela pekerjaan. Selain itu, saya menyadari bahwa tuntutan studi S3 harus mengorbankan tenaga, waktu, serta biaya demi hasil terbaik itu,” jelasnya.

Dalam disertasinya, Anil mengangkat topik ”Kepemimpinan Transformasional dalam Pembelajaran Core Value atau Nilai-Nilai Organisasi Kemanusiaan Berbasis Iman”. Penelitian tersebut diangkat karena organisasi kemanusiaan berbasis iman berkembang dari waktu ke waktu.

Selain itu untuk memperkaya teori kepemimpinan transformasional. Khususnya yang berhubungan dengan pembelajaran nilai inti organisasi kemanusiaan berbasis iman.

Kedepan, dia terus aktif dalam Wahana Visi Indonesia yang menolong orang miskin melalui pemberdayaan bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan anak dan tanggap bencana, serta advokasi. Termasuk akan mengajar di lembaga pendidikan, menulis buku kumpulan materi seminar dan pelatihan yang diikuti, serta membuka lembaga konsultasi pengembangan SDM (sumber daya manusia).

”Selain semua proyeksi yang hendak dicapai, saya ingin dan terus ingin melayani serta berbagi ilmu dan pengetahuan kepada semua orang,” tuturnya.(*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor  : Fery Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone