Doktor Ruang Publik Pertama UNAIR Itu Diwisuda dengan Cara Berbeda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wisuda
Akrab: Prof. Nasih saat menjabat tangan Suko Widodo disertai melemparkan topi toga ke atas. (Foto: Bambang Edy Santosa)

UNAIR NEWS –  Ada yang unik dari prosesi wisuda Universitas Airlangga periode Maret 2018. Pasalnya, suasana prosesi wisudawan yang dilangsungkan di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR pada Minggu (4/3) 2018, berbeda dengan prosesi wisuda sebelumnya.

Hal itu dikarenakan Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., membuat heboh wisudawan dan undangan saat prosesi ditengah upacara wisuda periode Maret 2018. Ialah Dr. Suko Widodo, M.Si., selaku ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH).

Pada prosesi itu, Suko nampak akrab dengan Rektor UNAIR. Setelah menerima ijazah dari Dekan FISIP, Suko berjalan menuju ke posisi berdirinya rektor. Suko dan Prof. Nasih nampak bersalaman yang tak biasanya dilakukan oleh wisudawan. Keduanya bersalaman dengan model anak muda dan saling mengumbar senyum.

Hal yang membuat seluruh wisudawan kaget adalah saat Suko menundukkan kepala untuk prosesi pemindahan tali topi toga, secara spontan, Rektor UNAIR mengambil topi toga itu dan melemparkannya ke atas. Sedangkan, Suko nampak tertawa kegirangan dan langsung menangkap topinya.

“Ini adalah bentuk ekpresi kebahagiaan. Intinya, wisuda itu adalah bahagia. Beban studi Pak Suko juga sudah usai dan bisa memikirkan untuk kemajuan UNAIR,” ungkap Prof. Nasih saat ditemui awak media usai prosesi wisuda.

Usai kejadian itu, Suko langsung berbalik badan dan mengambil topinya di lantai, kemudian melemparkan ulang topi wisudanya dengan rasa kegirangan. Lalu, kepada seluruh wisudawan Suko melambaikan kedua tangannya bersama dengan membawa ijazah dan topinya.

“Sungguh ini kejadian diluar dugaan saya. Saya sangat gembira, karena ini menunjukkan bahwa antara saya dan Prof. Nasih menunjukan rasa keakraban,” kata Suko Widodo.

Suko yang juga doktor ruang terbuka pertama di Indonesia itu menegaskan, dalam mencari ilmu pengetahuan,  selayaknya tidak kenal waktu. Terlebih, wisuda sejatinya hanyalah prosesi ungkapan kebahagiaan, bukan prosesi akhir dari pengembaraan dalam mencari ilmu.

“Usai wisuda ini saya merasa sangat plong. Dan Pak Rektor menitipkan pesan kepada saya, agar selalu menerapkan ilmu di seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu