Rektor UNAIR Wisuda 2.445 Lulusan, Alumni Diharap Semangat Pantang Menyerah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
wisuda unair
DUA wisudawan, yaitu Satryatama Ekaputra (FISIP) dan Danis Avrilia (FPK) memimpin pengucapan “Janji Alumni Universitas Airlangga”, dalam wisuda di gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo Surabaya, Sabtu (3/3) (Foto: Bambang Bes).

UNAIR NEWS – Lembaran baru wisuda lulusan Universitas Airlangga tahun akademik 2018, dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu (3/3) dan Minggu (4/3), di Gedung Airlangga Convention Center, Kampus C Mulyorejo Surabaya. Dalam dua kali perhelatan wisuda itu, Rektor Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA, melantik sebanyak 2.445 lulusan Universitas Airlangga.

Mereka terdiri dari lulusan jenjang Diploma-3 (D-3/Vokasi) 177 orang, S-1 (sarjana) 1.779 orang, S-2 (Master) 431 orang, dan jenjang S-3 (Doktor) 58 orang. Pada hari pertama, Sabtu (3/3) dilantik 1.251 wisudawan, sedangkan hari Minggu (4/3) diwisuda 1.194 orang.

Diantara 2.445 wisudawan tersebut, terpilih 28 sebagai Wisudawan Terbaik dari masing-masing jenjang studi di fakultasnya. Wisudawan Terbaik ini merupakan peraih nilai tertinggi diantara lulusan cumlaude, atau peraih IPK diatas 3,50. Selain itu juga terpilih 14 Wisudawan Berprestasi, yakni aktivis kampus dalam berkegiatan non-akademik.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kembali menyumbangkan wisudawan terbanyak, yakni 465 orang berbagai jenjang. Terbanyak kedua dari Fakultas Kedokteran (FK) yang mengirim 267 wisudawan, dan terbesar ketiga dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) 244 wisudawan.

Berjuang Tanpa Menyerah

Dalam amanatnya kepada ribuan wisudawan UNAIR hari Sabtu (3/3) kemarin, Rektor Prof. Mohammad Nasih berharap kepada semua lulusan UNAIR senantiasa tidak boleh menyerah dengan keadaan. Diharapkan selalu berjuang dan berinovasi mengatasi problema masyarakat.

”Dengan bekal ilmu yang diberikan universitas, disertai semangat juang pantang menyerah, saya yakin dan hakkul yakin Anda akan mampu melaksanakan itu,” kata Rektor.

Sebaliknya, lanjutnya, sekalipun lulus S3 (Doktor), dengan predikat cumlaude, ber-IPK 4,00, tetapi kalau tidak memiliki daya juang, maka akan sulit untuk mencapai cita-cita itu. Semangat juang inilah pekerjaan rumah untuk senantiasa kita gelorakan kepada setiap mahasiswa dan alumni UNAIR. Selain itu diharapkan untuk terus belajar, karena di masyarakat itulah sejatinya sumber ilmu.

Guru Besar Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu menegaskan demikian karena siapapun yang mampu belajar di tengah-tengah masyarakat, maka dialah yang akan mampu menghadapi perubahan zaman. Selain berjuang, Rektor juga berpesan untuk tidak bermalas-malasan.

Diakatakan, universitas sudah memberikan bekal ilmu yang terbaik kepada semua mahasiswanya. Hanya sayangnya, salah satu kelemahan lulusan UNAIR itu enggan tampil yang lebih menonjol, terlalu rendah hati.

”Rendah hati boleh, tetapi jangan terlalu. Nanti malah bisa-bisa dikatakan minder. Selain itu kalau terlalu rendah hati maka ya resikonya tidak akan diketahui dan dikenal oleh siapapun. Padahal Universitas Airlangga merupakan salah satu dari universitas terbaik di Indonesia, ya setidaknya peringkat empat dari satusan perguruan tinggi,” tandas Prof. Moh. Nasih.

Sementara itu dalam serangkaian wisuda kemarin juga di-launching Apps Mobile untuk Ikatan Akumni Universitas Airlangga (IKA-UNAIR) yang dilaksanakan oleh perwakilan Pengurus IKA-UNAIR yaitu Laksamana Pertama Drg. Nora Lelyana, MH.Kes, yang saat ini juga mengemban sebagai Ketua IKA Fakultas Kedokteran Gigi (IA-FKG).

Kepada para wisudawan Terbaik dan wisudawan Beprestasi, Rektor dengan didampingi Ketua Senan Akademik Universitas (SAU) juga memberikan Piagam Penghargaan atas prestasi yang mengharumkan almamater kepada puluhan wisudawan. (*)

 Penulis: Bambang Bes.

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu