Prof. Amin: Belajarlah Menjadi Pemimpin yang Ideal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PMDKI
Wakil Rektor III Universitas Airlangga Prof. H. Moch. Amin Alamsjah, Ph.D., saat mengisi Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Dakwah Islam (PMKDI). (Foto: M. Najib)

UNAIR NEWS – Pada tahun 2030 jumlah kelas menengah Indonesia diramalkan akan tumbuh sekitar 90 juta orang. Pada sisi lain McKinsey Global Institute memprediksi Indonesia akan masuk dalam tujuh besar kekuatan ekonomi dunia. Dengan itu, Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang bagus. Baik pada organisasi tingkat nasional maupun hanya organisasi kecil.

Hal itulah yang disinggung oleh Wakil Rektor III Universitas Airlangga Prof. H. Moch. Amin Alamsjah, Ph.D., saat mengisi Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Dakwah Islam (PMKDI) yang diselenggarakan di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR beberapa pekan lalu. Sebagai narasumber utama, Prof. Amin banyak menjelaskan mengenai beberapa cara mendapat sosok pemimpin yang baik serta mencontohnya.

“Carilah seorang pemimpin yang takut kepada Allah SWT, Sehingga dalam setiap kebijakan yang diambil senantiasa menumpukkan adanya pertanggungjawaban dunia akhirat,” jelas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan tersebut.

Tidak hanya itu, pemimpin yang baik, menurut Prof. Amin adalah pemimpin yang mampu memimpin tim dan mampu mengarahkan anggota dalam menatap masa depan. Di sisi lain, niat dan kepercayaan yang tinggi juga merupakan hal yang sangat penting.

“Tidak ada pemimpin instan yang sukses. Pemimpin yang sukses ialah pemimpin yang berproses menempa diri dari awal. Berproseslah karena pemimpin harus tahan banting terhadap segala kondisi,” tegasnya.

Selanjutnya, Prof. Amin juga menambahkan bahwa pemimpin juga harus pintar. Pintar dalam hal apapun yang termasuk dalam bakatnya. Juga pintar dalam menempatkan sesuatu hal pada posisinya.

Pada akhir, Prof Amin juga berpesan kepada mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, maka harus sangat memahami dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap nasib bangsa Indonesia. Caranya yaitu dengan memantapkan  profesionalisme sesuai dengan bidang yang digeluti serta menjadi sumber inspiratif pembangunan bangsa Indonesia di segala sektor.

“Apapun organisasimu patuhilah pemimpinmu selama itu pada jalan yang benar. Suatu organisasi akan berjalan dengan baik ketika anggota mengikuti arahan pemimpinnya. Janganlah ada istilah duri dalam daging, yang baik ketika di depan tetapi menusuk dari belakang,” pungkasnya.

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu