Sinergi Pemkab Banyuwangi dan UNAIR Terus Ditingkatkan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
UNAIR-BWI
Jajaran Senat Akademik UNAIR saat bertemu dengan Bipati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Foto: Feri Fenoria R)

UNAIR NEWS ­– Keberadaan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama) Universitas Airlangga di Banyuwangi memasuki tahun ketiga. Tercatat terdapat sekitar 700 mahasiswa yang terdaftar sekaligus tengah menempuh pendidikan di sana. Ada empat program studi (prodi) yang telah dibuka. Yakni, kesehatan masyarakat, akuntansi, kedokteran hewan, dan budidaya perairan.

Saat ditemui UNAIR NEWS, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Drs. Sulihtiyono, M.M., M.Pd., menyatakan bahwa pengadaan prodi tersebut memang disesuaikan dengan kondisi di Banyuwangi. Kolaborasi kerja sama itu, lanjut dia ditujukan untuk mendukung penyiapan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Banyuwangi. Terutama dalam menyokong visi menuju masyarakat yang mandiri, semakin sejahtera, dan berakhlak mulia.

“Kami, di bappeda, aktivitas penelitian turut melibatkan perguruan tinggi, terutama UNAIR. Khususnya dalam upaya mengatasi problematika yang muncul,” sebutnya. “Karena itu, Banyuwangi sebagai pemilik lahan dan peternakan terbesar di Jawa Timur perlu didukung sumber daya yang terampil di bidang itu. Jadi, kedokteran hewan sangat cocok,” imbuhnya.

Sulihtiyono mengungkapkan, keberadaan UNAIR paling tidak bisa meningkatkan percepatan kualitas SDM Banyuwangi. Selain itu, kehadirannya diharapkan mampu menjadi embrio pendirian universitas Banyuwangi.

“Beberapa program kesehatan juga sering digelar,” tuturnya. “Pengiriman tenaga-tenaga medis ke Tlatah Blambangan,” tambahnya.

Menambahkan pernyataan Sulihtiyono, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan hal yang serupa. Menurut dia, target capaian kesejahteraan masyarakat Banyuwangi mesti didukung dengan kulitas SDM yang mumpuni.

“Karena itu, program percepatan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Salah satunya melalui kolaborasi kerja sama dengan UNAIR ini,” katanya. “Dan, sinergi di antara keduanya (Pemkab Banyuwangi dan UNAIR, Red) akan terus didorong serta ditingkatkan,” tambahnya dalam sambutan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jum’at (23/2).

Dalam kesempatan itu pula, Azwar mengungkapkan bahwa Pemkab Banyuwangi memiliki problem minimnya jumlah dokter spesialis. Karena itu, merujuk pada MoU sebelumnya, dia mengingatkan pula tentang rencana pendirian fakultas kedokteran yang direncanakan berdiri pada 2020.

“Membuka tiga prodi, yaitu kimia, ilmu biologi, dan vokasionl radiologi menjadi dasar bagi persiapan fakultas kedokteran di Banyuwangi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Joewono Soeroso, dr., M. Sc., Sp. PD. K-R., FINASIM dalam sambutannya menyatakan bahwa kesungguhan Pemkab Banyuwangi dalam mendukung dunia pendidikan sangat terasa. Terbukti, secara bertahap, penyedian sarana prasarana dan fasilitas PSDKU UNAIR di Banyuwngi sedikit demi sedikit mengalami progres yang baik. Kolaborasi tersebut, lanjut dia, bakal terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Semoga kolaborasi ini menciptakan hubungan simbiosis mutualisme. Yang menguntungkan di antara keduannnya. baik Universitas Airlangga maupun Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu