Mahasiswa dan Alumni Berbagi Tips Kepada Calon Mahasiswa UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
AEE 2018
Alumni dan Mahasiswa UNAIR saat berbagi ilmu di AEE 2018. (Foto: Binti Q.M)

UNAIR NEWS – Selama tiga hari berturut-turut, acara Airlangga Education Expo dihadiri oleh ribuan pengunjung. Mereka, di antaranya adalah para siswa, guru, dan orangtua, dari berbagai wilayah mayoritas di Jawa Timur.

Banyak informasi penting yang diberikan selama tiga hari berturut-turut itu. Salah satunya, lecutan motivasi dari mahasiswa berprestasi serta alumni UNAIR yang telah menduduki puncak karir dan menduduki jabatan penting.

Mahasiswa berprestasi itu adalah Jefferson Caesario mahasiswa Fakultas Kedokteran peraih medali perak dalam olimpiade internasional matematika di Bulgaria, tahun 2017, dan Regine Wiranata, mahasiswa Fakultas Hukum peraih nilai SBMPTN tertinggi tahun 2016.

Sementara di jajaran alumni, mereka yang memberi motivasi adalah Djoko Kurnijanto Direktur Internasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun 1989, dan Drg. Nur Cahyohadi, MARS direktur RSUD Balung, Jember, alumnus Fakultas Kedokteran Giigi (FKG).

Kepada para siswa SMA, Regine berpesan agar memilih jurusan yang sesuai dengan passion. Sebab, ketika berangkat dengan passion, calon mahasiswa tidak akan terlalu merasa kesulitan ketika harus menjalani perkuliahan yang rata-rata berlangsung selama empat tahun.

“Pilihlah jurusan yang sesuai dengan passion. Untuk mendapatkan itu (bisa diterima, Red), cukup dengan belajar, belajar, dan belajar,” tandas Regine.

Mahasiswa berprestasi yang menggilai ilmu matematika, Jefferson, semakin termotivasi untuk membanggakan UNAIR di kancah internasional ketika dirinya mengikuti olimpiade matematika di Bulgaria. Berkompetisi bersama para bule-bule, lanjutnya, semakin melecutkan semangatnya untuk bisa membawa pulang medali, bukan hanya untuk UNAIR namun juga untuk Indonesia.

“Ketika mengikuti olimpiade di luar negeri, aku berpikir bahwa aku harus membawa nama UNAIR. Agar UNAIR dikenal oleh universitas dan mahasiswa di seluruh dunia,” tuturnya.

Seperti halnya dengan Regine, Jefferson lantas menekankan kembali kepada seluruh peserta bahwa yang paling penting dari proses belajar di bangku perkuliahan adalah passion. “Orang pandai tidak bisa mengalahkan orang rajin. Tapi, orang rajin tidak bisa mengalahkan orang yang memiliki minat,” tandasnya.

Sementara dari pihak alumni, Nur Cahyo mengaku, berbeda dengan Jefferson dan Regine, ia tak begitu hobi belajar kala duduk di bangku perkuliahan. Meski demikian, ia aktif dalam dua organisasi, yakni senat mahasiswa dan UKM Pramuka. Bahkan, ia menjadi salah satu tonggak berdirinya UKM Pramuka kala itu. Dua organisasi itu yang ia rasakan manfaatnya ketika lulus dari bangku perkuliahan di UNAIR.

Sementara Djoko, tekadnya bulat untuk belajar di UNAIR sejak ia dinyatakan diterima untuk kuliah di UNAIR. Padahal, ia saat itu sedang menjalani masa orientasi mahasiswa baru di sekolah kedinasan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN).

“Di hari ketiga ospek di STAN, saya diterima di UNAIR. Saya meninggalkan STAN dan memilih UNAIR,” ujar Djoko. “Adik-adik sangat beruntung karena jaman saya tidak ada acara seperti ini,” tandasnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu