Ketua PPMB: Peserta Harus Pahami Mekanisme Seleksi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Seleksi Mahasiswa
Ketua PPMB UNAIR Achmad Solihin, SE., M.Si., saat memberikan arahan seputar jalur masuk di UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga tidak hentinya memberikan arahan, masukan, dan informasi kepada publik mengenai berbagai proses jalur seleksi ke Perguruan Tinggi Negeri. Baik jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur Seleksi Mandiri.

Kali ini, dalam serangkaian kegiatan Airlangga Education Expo hari kedua (24/2), UNAIR melalui Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) memberikan arahan dalam kegiatan yang bertajuk talkshow dan tanya jawab seputar jalur seleksi ke PTN. Dihadapan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa, Achmad Solihin, SE., M.Si., selaku Ketua PPMB UNAIR, dalam talkshow tersebut memberikan paparan tentang berbagai mekanisme yang harus diperhatikan.

Pada jalur SNMPTN, menurut Solihin, peserta harus memperhatikan indeks penilaian yang telah ditentukan oleh panitia. Ialah indeks siswa dan sekolah menjadi salah satu kunci penilaian yang telah ditetapkan. Selain itu, tambahnya, siswa yang menginginkan untuk memilih program studi yang tidak linier, dianjurkan agar mempertimbangkan kembali.

“Kalau peserta memilih program studi yang tidak linier dengan jurusan waktu SMA, kemungkinan diterima sangatlah kecil. Jadi silakan dipertimbangkan kembali,” terangnya.

Lain dengan SNMPTN, pada jalur SBMPTN, menurut Solihin, peserta boleh memilih program studi yang tidak linier. Hanya saja, peserta harus lihai dalam mengukur kemampuan dalam mengerjakan soal ujian.

“Kalau SBMPTN ini tidak ada keterkaitan dengan indeks siswa dan sekolah. Tinggal kemampuan peserta dalam mengerjakan soal yang menjadi penentu,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk jalur Seleksi Mandiri, terhitung sejak tahun 2017, UNAIR memberlakukan mekanisme baru. Jika tahun-tahun sebelumnya ujian Seleksi Mandiri dilakukan dengan mengikuti tes dan mengerjakan soal, kali ini, sama seperti tahun 2017, ujian Seleksi Mandiri dilakukan dengan menggunakan nilai dari SBMPTN.

“Kalau peserta SBMPTN memilih kelompok Soshum, maka apabila tidak diterima, bisa daftar ke Seleksi Mandiri UNAIR dengan kelompok ujian yang sama,” terangnya. “Jadi, jangan sampai saat SBMPTN memilih Soshum kemudian waktu Seleksi Mandiri memilih Saintek, ndak nyambung,” tandasnya.

Pada akhir, Solihin kembali menegaskan tentang banyaknya pertanyaan tentang passing grade pada masing-masing program studi. Mengenai hal itu, pihaknya menegaskan bahwa sistem passing grade bukanlah menjadi hal yang harus dipersoalkan.

“Kadang kami ini bingung jika ditanya mengenai passing grade. Sekali lagi Kami tegaskan bahwa kampus tidak pernah mengeluarkan nilai passing grade  dan itu juga bukan menjadi salah satu kriteria,” pungkasnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

Nuri Hermawan

Nuri Hermawan

Leave a Replay

Close Menu