UNAIR Undang Guru SMA Diskusikan Kendala SNMPTN

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kendala SNMPTN
Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso saat memberikan arahan dihadapan kepala sekolah dan guru. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Langkah Universitas Airlangga untuk memberikan informasi secara tepat dan akurat kepada publik terus dilakukan. Terlebih informasi mengenai pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018.

Kali ini, kepala sekolah dan guru dari Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bangkalan diundang langsung oleh UNAIR melalui Pusat Informasi dan Humas (PIH) bersama Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) untuk mendisukusikan berbagai persoalan yang dihadapi selama proses pendaftaran SNMPTN.

“Ini adalah mandat dari Direktorat Pendidikan Tinggi agar setiap kampus memberikan pengarahan kepada daerah-daerah yang sudah ditunjuk,” jelas Dr. Suko Widodo selaku Ketua PIH saat memoderatori acara.

Kegiatan yang dilangsungkan di Aula lantai 2 Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C itu, langsung dihadiri oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso. Dalam paparannya, Prof. Djoko mengatakan bahwa sebagai bagian dari PTN di Indonesia, UNAIR bertanggung jawab untuk turut serta memajukan daerah-daerah. Utamanya daerah sekitar.

“Kami akan mengupayakan yang terbaik dalam memberikan akses dan layanan kepada bapak-ibu semua,” paparnya.

Usai paparan dari Warek I, hadirin yang terdiri dari kepala sekolah dan guru BK itu mengajukan berbagai macam permasalahan yang dihadapi saat proses pengisian PDSS hingga pendaftaran siswa. Mulai dari proses akses laman yang sulit, kriteria siswa yang bisa diterima, biaya, hingga kendala-kendala yang dihadapi usai dinyatakan diterima.

Sementara itu, Dr. Achmad Sholichin S.E., M.Si., mengatakan bahwa laman yang terkadang sulit dibuka bukan disebabkan kesalahan panitia pusat, melainkan akses internet yang sulit. Selain itu,  perihal siswa yang dinyatakan diterima tapi tidak diambil, UNAIR tidak memberlakukan sistem black list.

“Hanya saja, jika dinyatakan diterima kok tidak diambil, kami hanya memberikan catatan untuk kemudian menjadi evaluasi,” terangnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu