Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Organisasi menjadi sesuatu yang sangat familiar dikalangan mahasiswa. Pasalnya, tidak sedikit pilihan organisasi yang ada dillingkungan kampus. Baik itu dalam bentuk Badan Semi Otonom (BSO), Himpunan Mahasiswa (HIMA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan masih banyak lainnya.

Kali ini, liputan khusus “Ketua BEM Kita” akan mengajak pembaca mengetahui lebih jauh sosok Ketua BEM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Ialah Yusuf Thol’at. Saat ditanya seputar dunia organisasi, ia mengatakan bahwa organisasi sangat penting dalam membantu meningkatkan kualitas diri. Meski banyak media untuk belajar, tetapi organisasi menjadi salah satu pilihan yang tepat.

“Menurut saya, organisasi sangat penting dalam membantu untuk memperbaiki diri. Organisasi menjadi salah satu media untuk belajar karena dalam organisasi kita akan mendapatkan banyak sekali pelajaran entah itu kerjasama, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan lain lain. Selain itu kita dapat belajar baik kepada orang yang lebih senior maupun yang lebih junior,” tuturnya.

Sebagai ketua BEM, tentu saja Yusuf sering dihadapkan oleh berbagai kegiatan yang cukup melelahkan. Namun, mahasiswa tingkat tiga ini memberi tips untuk mengindari benturan terkait kegiatan dan perkuliahan. Baginya, yang terpenting adalah kesepakatan bersama untuk menentukan waktu diawal kegiatan. Selama perkuliahan, Yusuf mengikuti organisasi BEM Fakultas Psikologi sebagai anggota Departemen Pengembangan Minat dan Bakat (PEMIKAT) dan dilanjutkan dengan mengemban amanah menjadi ketua BEM.

Tekait amanah menjadi ketua BEM Fakultas Psikologi 2018, Yusuf mengatakan bahwa kedua orang tuanya sangat mendukung kegiatannya. Terlebih kedua orang tuanya juga menyukai organisasi sehingga tidak sulit untuk Yusuf meyakinkannya.

Mengingat saat ini Yusuf telah memasuki semester 6, maka tugas perkuliahan juga semakin bayak. Hal tersebut menjadi salah satu kendala bagi Yusuf. Namun, hal itu bukan menjadi kendala berarti. Pasalnya, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Yusuf telah membuat kesepakatan terkait waktu dengan rekannya sehingga hal demikian dianggap lumrah.

“Banyak manfaat ikut organisasi mulai dari mendapatkan relasi baru dengan orang-orang hebat, organisasi juga mengajarkan kita untuk berkomunikasi, mengambil keputusan (cepat dan dalam tekanan). Selain mengembangkan diri, kita juga dapat belajar untuk menurunkan ego atau belajar memperbaiki diri kita,” pungkasnya.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone