RS UNAIR Tangani Kasus Bayi dengan Hydrocephalus Langka

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF)., (tengah, berseragam putih) berbincang bersama ibu bayi Kirana didampingi Direktur RS UNAIR Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD-KPTI., (dua dari kanan) di RS UNAIR, Rabu (21/2). (Dok. Humas RS UA)

UNAIR NEWS – Aqila Kirana Salim, bayi yang baru berusia 1,5 tahun itu berbaring lemah di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR). Bayi yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau itu menderita penyakit Hydrocephalus yang disertai Craniosynostosis.

Untuk informasi lebih lanjut, dihadapan awak media pada Rabu (21/2), Direktur RS UNAIR Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD-KPTI., mengatakan bahwa pasien dengan kelainan yang sangat langka itu sudah tiba di RS UNAIR sejak Senin lalu. Selanjutnya, secara intensif pasien telah mendapat perawatan di ruang yang steril.

“Kirana mengalami Hydrocephalus yang disertai penutupan tulang kepala yang terlalu dini sebelum otak bayi terbentuk sempurna atau dalam istilah medis disebut Craniosynostosis,” terang Prof. Nasron.

Menambahkan pernyataan Prof. Nasron, ahli bedah plastik rekonstruksi kraniofasial RS UNAIR dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF)., mengatakan bahwa diagnosa awal yang ditemukan adalah Hydrocephalus disertai dengan kelainan tulang kepala yang dini.

“Jadi kalau anak normal pada umumnya tulang kepalanya akan berkembang. Nah kalau dalam kasus ini, tulang kepalanya tidak berkembang,” jelasnya.

Selanjutnya, dr. Lakshmi juga menegaskan bahwa penyakit yang diderita oleh pasien yang tengah ia tangani bisa dikatakan tergolong langka. Bahkan, untuk menangani kejadian langka itu, RS UNAIR melibatkan tenaga dokter dari berbagai keahlian. Di antara dokter yang dilibatkan adalah dokter bedah plastik, bedah saraf, ahli mata, ahli THT, pedriatrik, dan ahli anak.

“Meski hydrocephalus sendiri kejadiannya sering banyak kita lihat, tapi untuk kejadian yang seperti ini, sebetulnya sangat jarang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Humas RS UNAIR Aris Cahyo saat dihubungi UNAIR NEWS via telepon mengatakan, hari Kamis (22/2) untuk penanganan lebih lanjut, RS UNAIR tengah melakukan operasi kepada pasien.

“Jadi hari ini pasien tengah dalam proses operasi,” pungkas Aris. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu