Pameran fotografi bertajuk ExploraStreet yang dihelat oleh mahasiswa UKM Airlangga Photography Society (APS) angkatan 2017 bertempat di Museum Surabaya (eks. Gedung Siola) lantai 1. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

 

UNAIR NEWS – Jalanan tak hanya dimaknai sebagai tempat kendaraan melintas. Pun jalanan bukan hanya berwujud trotoar untuk lalu-lalang pejalan kaki saja. Di balik jalanan, terdapat ribuan kisah yang tak banyak diketahui oleh orang.

Berawal dari ide tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Fotografi Universitas Airlangga (UNAIR) atau yang lebih akrab disebut Airlangga Photography Society (APS) angkatan 2017 menggelar pameran perdana bertajuk ExploraStreet. Pameran ini diadakan sejak 19 – 23 Februari 2018, mulai pukul 9 pagi hingga 8 malam.

Dihelat di Museum Surabaya (eks. Gedung Siola) lantai 1, ExploraStreet menyuguhkan banyak kisah di balik foto-foto yang di-display rapi. Ada foto mengenai lansia yang tertidur nyenyak di emperan jalan, pengamen penyandang disabilitas, hingga hiruk-pikuk suasana pasar ikan. Jika ditotal, ada 33 foto yang dihasilkan oleh 33 orang anggota APS angkatan 2017.

Fadjar Ar Rauufidiyanto, ketua panitia acara menuturkan alasan di balik pemilihan tema ExploraStreet. “Hampir setiap saat kita berinteraksi dengan jalanan. Ada banyak momen unik dan bermakna, namun tak semua orang mampu menangkapnya,” ungkap Fadjar ketika ditemui di venue, Senin (19/2).

Fadjar pun mengungkapkan nilai plus dari street photography dibanding dengan genre fotografi lain. “Selalu ada kejutan dalam fotografi jalanan. Kadang ada momen bagus yang tak bisa terulang untuk kedua kalinya,” tutur mahasiswa prodi D3 Otomasi Sistem Instumentasi ini.

Sisi humanis tak bisa dilepaskan dari street photography. Sebab, jalanan dan manusia adalah satu kesatuan yang memiliki interaksi nyata. Kejelian menangkap sisi humanis inilah yang menjadi poin lebih bagi seorang fotografer. Selain itu, street photography dapat diambil dimana saja. Tak hanya terpaku pada jalanan di kota besar saja.

“Oleh karena itu, ada foto yang diambil di kota-kota lain, seperti Jogja dan Mekkah. Dan tiap lokasi tentu memiliki keunikannya masing-masing,” lanjutnya lagi.

Fadjar mengatakan, ExploraStreet disiapkan dalam kurun waktu yang cukup singkat, yakni dua bulan saja. Persiapan dilakukan sejak akhir Desember 2017 hingga pertengahan Februari 2018. Persiapan itu mulai dari mengonsep ide, hunting foto bersama, kurasi foto yang dilakukan oleh senior APS, hingga persiapan teknis pameran.

Fadjar mengaku bersyukur, walau dengan keterbatasan waktu, APS angkatan 2017 sangat solid dan kompak dalam menyiapkan pameran ini.

“Saya berharap, di hari-hari selanjutnya pameran semakin ramai dikunjungi dan orang-orang bisa memperoleh makna di balik foto karya kami,” tutup Fadjar. (*)

Penulis: Nena Zakiah (Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNAIR angkatan 2014)

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone