UKM Taekwondo Raih 14 Medali Emas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
taekwondo
Atlet UKM Taekwondo UNAIR setelah pengumuman kejuaraan. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menyabet 14 medali emas, dua medali perak, dua medali perunggu, dan satu penghargaan atlet terbaik pada kompetisi berskala nasional Mahameru II Taekwondo Open Tournament.

UKM Taekwondo UNAIR mengirimkan sebanyak 18 atlet terbaiknya pada kompetisi yang diadakan 17 – 18 Februari 2018 di GOR Wira Bhakti, Lumajang, Jawa Timur itu. Penghargaan atlet terbaik diperoleh Kurniawan Bimo mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2015.

Salah satu atlet yang meraih Juara 1 Cabang Poomsae kelas Senior Geup 4-3 Mitra Teguh Cahyono mengatakan, di awal keberangkatan, ia dan atlet lain menargetkan untuk membawa pulang medali emas. Nampaknya, hasil yang didapat lebih dari yang mereka targetkan.

“Target awal kami tentu emas. Tapi pasti kami melakukan yang terbaik, apapun hasilnya itu merupakan hasil jerih payah latihan kami. Semuanya berusaha semaksimal yang dibisa,” jelas Mitra.

Mitra melanjutkan, selama persiapan, para atlet melakukan latihan hingga tiga kali sehari, pagi, sore, dan malam hari. Pagi hari latihan fisik, sore hari latihan teknik, dan malam hari try out dari hasil latihan sore harinya. Persiapan tersebut tidaklah main-main sampai hari keberangkatan lalu.

“Kemarin di awal banyak yang nervous, karena banyak pikiran yang tidak-tidak,” papar Mitra.

Dari keadaan tersebut, Silvester selaku pelatih UKM Taekwondo tidak tinggal diam. Ia memotivasi para atlet. Intinya, agar mereka melakukan yang terbaik dan jangan terlalu ambisius.

“Setelah dimotivasi coach saya sendiri menyadari, berambisi juara itu boleh, tapi jangan sampai ambisi itu menutupi tekad kami dan semboyan kami yang membuat kami spesial dan disegani sebagai tim Airlangga Warrior,” jelas Mitra.

Mitra mengatakan, banyak kendala terjadi saat berlangsungnya kompetisi. Ada yang hampir pingsan, ada yang cedera saat bertanding, sesak nafas di tengah pertandingan, dan efek operasi kaki yang kumat dipertandingan akhir.

Namun, dari banyak kejadian terjadi itu, Mitra mengatakan tidak ada yang harus ditakutkan bagi Airlangga Warrior. Mereka saling menyemangati bahwa kekurangan yang ada adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan, bukan alasan menyerah sebelum berusaha.

“Lampaui batasmu, abaikan cacian yang datang, dan terus berkarya. Lakukan dan pertahankan apa yang menjadi passion-mu jika itu tidak merugikan orang lain. Jadikan karya menjadikan diri kita istimewa dari pandangan orang lain,” pesan Mitra. (*)

Penulis : Hilmi Putra Pradana

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu