Konfres Konsorsium
(Dari Kiri) Prof. Hafied Cangara, Ph.D. dari Universitas Hasanudin (UNHAS), Prof. Ilya Sunarwinadi, Ph.D. dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Yayan Sakti Suryandari, S.Sos., M.Si. dari Universitas Airlangga (UNAIR), dan Dr. Pinckey Triputra, M.Sc. dari Universitas Indonesia (UI), usai menggelar konferensi pers. (Foto: Hilmi Putra)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Usai melangsungkan kegiatan Konsorsium Nasional Ilmu Komunikasi ke-7, Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga memberikan keterangan hasil konsorsium kepada awak media melalui konferensi pres pada Kamis (15/02). Konferensi Pres tersebut dilakukan oleh empat perwakilan dari sepuluh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit yang membuka jurusan Ilmu Komunikasi di Indonesia.

Keempat perwakilan tersebut adalah Prof. Ilya Sunarwinadi, Ph.D., dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Hafied Cangara, Ph.D., dari Universitas Hasanudin (UNHAS), Dr. Pinckey Triputra, M.Sc., dari Universitas Indonesia (UI), dan Dr. Yayan Sakti Suryandari, S.Sos., M.Si., dari Universitas Airlangga (UNAIR).

“Pertemuan Konsorsium Ilmu Komunikasi ini sudah kali ke-7 dan sekaligus pada pertemuan kali ini kami ingin mendeklarasikan adanya Konsorsium Ilmu Komunikasi di Indonesia” jelas Yayan saat membuka Konferensi Pres.

Selanjutnya, Prof. Ilya menjelaskan bahwa konsorsium pertama yang diselenggarakan di UI, awalnya bertujuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah administratif dan keilmuan. Hal itu, nantinya  menjadi rumusan permasalahan di Ilmu Komunikasi yang akan disampaikan ke pemerintah.

Menambahkan pernytaan Prof. Ilya, Pinckey mengatakan bahwa diawali dengan sedikitnya anggota hingga konsorsium disambut baik oleh semua institusi pendidikan tinggi yang memiliki jurusan Ilmu Komunikasi. Hal itu, tambahnya, dilandasi tujuan dari organisasi untuk memajukan Ilmu Komunikasi di Indonesia. Mengingat bidang Ilmu Komunikasi yang semakin populer.

“Adanya organisasi ini tidak bertujuan untuk menyaingi organiasi lain sejenis tapi ini bentuk rasa kepedulian untuk memajukan dunia pendidikan khususnya Ilmu Komunikasi dari kami, pihak-pihak yang concern akan kemajuan dan perkembangan Ilmu Komunikasi ke depan” jelas Pinckey.

Senada dengan yang lain, Hafied menambahkan bahwa pada pertemuan konsorsium ke-7 tidak hanya mendeklarasikannya secara resmi tapi juga diangkat tema “Ilmu Komunikasi Indonesia Menghadapi Tantangan Global Pendidikan Tinggi Komunikasi di Era Digitalisasi” sebagai bahasan untuk memunculkan penyelesaian permasalahan bersama.

Menanggapi hal tersebut, pertemuan konsorsium ini telah menumbuhkan sebuah sudut pandang baru bahwa teknologi digital bukanlah ancaman tapi tantangan dan pacuan suatu peluang Ilmu Komunikasi agar menjadi lebih menarik lagi. Salah satunya melalui Diversifikasi.

“Diversifikasi yang kami harapkan sehingga tidak terjadi penyeragaman Ilmu Komunikasi pada semua PTN tapi setiap PTN menggambarkan karakter mereka yang khas dan kekhususan masing-masing untuk kekayaan Ilmu Komunikasi itu sendiri,” jelas Prof. Ilya kembali.

 

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone