Musik lorong, penggalangan dana untuk Ayyub dan Bella di taman graha krida mahasiswa, FEB UNAIR. (Foto: Siti Nur Umami)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ayyub Husin, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan tahun 2013 saat ini sedang terbaring di rumah sakit karena penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS). Selain Ayyub, Bella Nanda Stevanie mahasiswa dari program studi yang sama saat ini juga sedang terbaring di rumas sakit karena TBC. Karena sakit yang diderita, keduanya memerlukan dana yang tidak sedikit.

Rasa peduli dan empati mendorong Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan penggalangan dana. Sedari Senin pagi (12/02), HIMA Manajemen menggelar sajian musik lorong dan akustik bertema “Hari Peduli Music For Charity”, bertempat di taman graha krida mahasiswa, FEB UNAIR. Meski diprakarsai HIMA Manajemen, namun kegiatan ini turut didukung penampilan HIMA lain di FEB.

Salah satu panitia acara Yudhistira Anugerah Pratama mengatakan, inisiasi ini ialah hasil diskusi bersama dosen. Seperti yang sebelumnya pernah terjadi, ketika ada mahasiswa atau dosen yang sedang tertimpa musibah, selalu diadakan penggalangan dana dengan menghadirkan nuansa musik lorong. Hal ini dirasa lebih efektif dari pada menggalang dana ke kelas-kelas yang cakupannya hanya satu jurusan.

Alhamdulillah, acara ini direspon baik oleh semua kalangan, baik HIMA, mahasiswa, dan juga dosen,” kata Yudhistira.

Yudhistira mengatakan, dari penggalangan yang dilakukan, diperoleh dana sebesar 14.706.400. Dana itu akan diberikan untuk membantu biaya rawat jalan. Sedangkan untuk biaya pengobatan, sekitar 230 juta telah diperoleh dari donasi Kitabisa.com.

“Semoga kebutuhan dana mencukupi dalam target kami untuk rawat jalan selama empat bulan. Ke depan, semoga penggalangan dana seperti ini lebih sering dan bervariasi,” harap Yudhistira.

Tidak hanya penampilan musik, dalam kegiatan itu juga terdapat pemaparan sekilas tentang GBS dan TBC oleh dokter muda UNAIR, yaitu Hilmy Farhan, Yusuf Samudera, Rendra Dwi Putra, dan Hendry Setiawan. Selain itu, turut dikabarkan kondisi terkini dari Ayyub dan Bella.

Saat ini, kondisi keduanya sudah mulai membaik. Ayyub sendiri sudah bisa tersenyum, sedangkan Bella sudah rawat jalan dan dalam masa penyembuhan.

“Penderita GBS pada awalnya mengalami kelumpuhan. Seperti yang terjadi pada Ayyub, kondisi tangannya tidak bisa digerakkan,” tutur Rendra Dwi Putra, salah seorang dokter muda yang hadir.

Selain GBS, Hilmy juga mengedukasi bagaimana etika batuk, yaitu dengan menggunakan lengan sebelah kanan atau masker untuk menghindari penularan TBC. Tidak lupa ia menjelaskan gejala TBC yang perlu diperhatikan untuk upaya pencegahan.

“Ketika batuk berdahak selama 2 minggu, berkeringat pada malam hari, dan berat badan menurun terus, maka gejala ini perlu diperhatikan,” ujar Hilmy. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone