Tim Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Universitas Airlangga setelah berhasil meraih juara umum III dalam Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open 4 2018 di Kota Bandung mulai 2 sampai 4 Februari 2018. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter1Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tim Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Universitas Airlangga berhasil menyabet gelar juara umum III Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open 4 2018. Dalam gelaran tersebut, 10 emas, 4 perak, dan 2 perunggu berhasil dikoleksi tim IPSI UNAIR. Event di Kota Bandung itu digelar mulai 2 sampai 4 Februari 2018.

”Selain menjadi juara umum III, tim IPSI UNAIR berhasil meraih gelar pesilat terbaik dewasa putri,” ujar manajer tim IPSI UNAIR Mohammad Zinnur Atthufail Addausi.

Terdapat sepuluh atlet dari tim IPSI UNAIR yang berhasil meraih medali emas dalam gelaran tersebut. Mereka adalah Langlang Imam Aminudin, Moh. Zinnur Atthufail Addausi, Tirta Agung, Alfiansyah Noval, Alfiani Syahriyah, Eny Mayang Sari, Rafika Olivia, Devy Nadya Ramadhani, Galuh Purwaningsih, dan Siti Aisyah.

Sementara itu, medali perak berhasil diraih Fuad Agus Salim, Rizal Firmansyah, Eko Prasetyo, serta Nur Fausiyah. Selanjutnya, dua medali perunggu berhasil dipersembahkan Andaru Rizky dan Fitri Kholifah.

Ail, sapaan akrab Mohammad Zinnur Atthufail Addausi, menjelaskan bahwa dalam kejuaraan itu, anggota tim yang berangkat berasal dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) pencak silat UNAIR. Total ada 19 personel yang terlibat. Perinciannya, terdapat 16 atlet, 2 pelatih, dan 1 manajer.

Karena waktu yang sangat mepet, lanjut Ail, atlet yang berangkat dalam kejuaraan tersebut berasal dari sisa pertandingan sebelumnya, yaitu Singapore Open. Juga atlet terbaik dari seluruh UKM pencak silat. Bahkan, hanya ada enam kali latihan persiapan dan diakhiri dengan ejakusi atau mandi es.

Sementara itu, kendala terbesar lainnya yang dihadapi tim IPSI UNAIR adalah masalah cuaca. Berbeda dengan di Kota Surabaya yang panas, para atlet sulit beradaptasi dengan dinginnya kota Bandung. Perjalanan yang lama juga memaksa para atlet cepat memulihkan kondisi fisiknya.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bangga. Walau dengan persiapan yang minim, kami bisa menjadi juara umum III dan meraih gelar pesilat terbaik dewasa putri. Semoga generasi berikutnya bisa sukses mendapatkan kepingan-kepingan medali dalam kejuaraan yang lain,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter1Email this to someone